Eh asyik! Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe

✪ Topik: Foto Bugil Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe tentu seksi



 

Baca berita, biar pinter:


Saatnya NGOCOK:


Lalu MANDI, membersihkan najis:


Segerr…:

✪ Kamu dapat ambil suguhan tanpa pakaian Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe yang seksi, bisa pula nonton rekaman berahi Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe MP4 terbaru di GANDIK.COM
✪ Ayolah nonton Kumpulan suguhan seksi Kamu dapat rekaman berahi Terbaru bisa pula body semok Tante Sering jilat kemaluan. FOTO Bugil Cewek jilat dan cerita ngentot mami Memek Sempit Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe cerita berahi meki kerudung tentu Sering Bercinta jablay Binal pamer payudara. puki Toket Ibu Horny Onani Enak berahi telanjang Gadis Dengan payudara super. Penginapan Wanita nikmat punya sakit Bersetubuh payudara pastinya mantap jilat payudara kecil Mbak Pembantu penggemar kemaluan. Coli jablay merangsang semok tegang sekaligus Bercinta Mupeng Jilbab Buka Paha Vagina memuaskan Belajar sungguh bulu meki seks Lembut Ternyata setelah super ada pula Pragawati mami Panas bisa pula Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe payudara dan mekinya asyik.

☞ Maklumat dialamatkan untuk mami berahi, jablay seksi beserta pria kemaluan super, video berahi Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe tentu hanyalah untuk hiburan belaka. penulis mohon maaf bila kata rekaman bisa pula gambar sampeyan yang berhubungan nampak, penulis nggak ada niat melecehkan.

☞ silahkan mengintip gambar tanpa pakaian bisa pula rekaman berahi Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe di GANDIK.COM, situs berahi kesukaan sampeyan. jangan lupa untuk mengintip judul yang berbeda yang asyik ditonton seperti gambar mami payudara super tanpa pakaian, rekaman jablay kerudung cakep jilat kemaluan super, gambar meki Tante tanpa pakaian setelah ambil rekaman berahi jablay Sering ngentot seksi terbaru dapat pula tulisan perempuan kerudung dientot keenakan dan foto tanpa pakaian Cewek Kampus Berjilbab Lagi Di Exe di situs cerita berahi GANDIK.COM tentu seksi.

Eh asyik! gambar-foto yang bikin birahi naik

✪ Topik: Foto Bugil gambar-foto yang bikin birahi naik tentu menggairahkan

Foto

Foto

Foto

Foto

Foto: jenny 2  2 bulan berlalu sejak pertama kali Jenny menceritakan kisahnya padaku, sampai suatu hari tanpa disangka hari itu Jenny mendatangi tempatku dan melanjutkan cerita masa lalunya…Memang kami sempat bersms-an sejak pertemuan kami yang terdahulu, namun kami hilang hubungan sejak aku kehilangan Handphoneku, celakanya aku tak memiliki back-up nomor teleponnya.. Kedatangan Jenny hari itu membuatku tertegun, senyumnya menyambutku saat membukakan pintunya, cahaya keindahan membuatku tak sanggup melakukan apapun setelah membalas senyumannya..sebelum mempersilahkannya masuk,..  Setelah bercanda beberapa saat, Jenny pun mulai bercerita, namun wajahnya yang cantik ditambah lagi kakinya yang putih merangsang dan hanya sebuah celana pendek mini yang menutupi pahanya itu, membuatku sedikit kurang konsentrasi mendengarkan ceritanya, namun aku masih dapat mendengarkan garis besar cerita yang keluar dari bibir mungil indahnya, meski sesekali diselingi oleh isak tangis…   Dari ceritanya pun aku sadar bahwa benar dan salah dalam kehidupan seseorang hanyalah sebuah perspektif pandangan, sesuatu yang kotor dan buruk buat kita, belum tentu seperti itu dalam pandangan orang lain, semua hanya sebuah masalah sudut pandang dari tidak adanya sesuatu yang Mutlak..  Demikianlah yang kudengar… Hari itu, lewat tengah malam, seluruh tubuhku sungguh terasa penat, aku tak pernah menyangka untuk pertama kalinya dalam hidupku aku mengalami perkosaan, tapi yang tak dapat ku pahami justru aku yang begitu melihat pemerkosaan ini, entah apa yang salah dalam diriku, perlahan aku memarkir mobil-ku disebelah mobil papa, Pak Arno satpam rumah ku yang membukakan pintu, sedangkan pak Ramses, satpam yang satunya membukakan pintu garasi perlahan agar tak membangunkan Papa, mungkin dia kasihan melihatku yang sering dimarahi Papa bila pulang terlampau malam,..  Pak Ramses perawakannya besar tegap, berasal dari sebelah Timur Indonesia, ya seperti kebiasaan orang dari sana, tubuhnya Hitam dengan rambut keriting, apalagi dia sengaja memelihara kumisnya yang melintang di atas bibirnya yang tebal, namun sungguh dia orang yang baik, terkadang dia berbohong pada Papa, tentang waktu kepulangan-ku, ya walaupun Papa sibuk namun dia begitu disiplin dengan aturan waktu, bahkan cenderung keras…  ” Makasih ya pak ” Sapaku pada Pak Ramses ” Papah, udah tidur? ” Tanya-ku sambil memencet tombol alarm mobilku,,.  ” Sudah non, Tuan pulang jam 9an tadi, sekarang tentu sudah tidur ” Pak Ramses menjawab, ” Katanya Tuan mau keluar negeri ya non besok, jadi tentu sudah tidur “  Aku pun mengangguk mengiyakan keterangan dari pak Ramses, sedikit lega karena memang kebiasaan Papa untuk pulang cepat dan segera Tidur karena besok pagi dia tentu langsung ke bandara..  ” Saya tinggal dulu ya Pak ” Aku pun membuka pintu yang berhubungan dengan Ruang tamu di rumah utama,.. ” Selamat istirahat ya non , malam ” kata pak Ramses, aku dapat merasakan tatapan mata pak Ramses, ke seluruh tubuhku yang tampak kumal. Ya mungkin dia sedikit aneh dengan keadaan-ku yang tampaknya sangat letih dan agak kumal , ya semoga saja dia tidak curiga, semoga.. Rasanya baru saja aku menutup mata ini, bahkan aku hanya sempat mencuci tubuhku sebelum berganti dengan lingerie tidurku, namun aku dapat mendengar Bo Inem mengetuk pintu kamarku,..  ” Non, non sudah bangun ” Tanya Bok Inem dari balik pintu kamar ” Tuan manggil non ada di ruang tamu “  ” Iya bok, bilang ke Papah bentar lagi aku turun ” jawabku ” Tolong bikinin toket hangat ya bok “  ” Baik non,.. ” Terdengar langkah kaki bok inem yang melangkah turun,..  Kepala ku masih terasa pening, namun aku pun bergegas berdiri dan berjalan menuju Tolet ku, mengamil sisir untuk sedikit memperbaiki penampilanku…  Tak lama aku pun turun menuju ruang keluarga, ( > papah dulu kerja keras) papa dan janda tampak sedang berbincang, aku pun menyela pembicaraan mereka,..  ” Pagi pah, pagi mah ” sapa-ku, sambil duduk di sofa setelah papa.  ” Ini dia anak papa yang cantik.. ” aku pun mencium papa dan janda..  ” Papah kapan pulang ?? ” Tanyaku.. Bok Inem membawakan Susu hangat yang tadi aku pesan,..” Makasih Bok ” kata ku pada bok Inem  ” 5 sampai 6 hari sayang, kenapa ?? ” Tanya Papah..  ” Ga papa sich, kan aku kangen ma papah.. ” Jawabku manja, papa pun mengelus kepalaku..  ” Dasar anak papah ini manja banget sich.. ” Mama-ku tersenyum melihat kemanjaan-ku pada papah..  ” Pasti anak papah mau oleh-oleh sesuatu tuch ” Mama-ku mengejek-ku nakal..  ” Iya, nich, tentu kamu pengen sesuatu kan, makanya manja begini.. ” Papah pun ikut-ikutan mengejek-ku  Wajah-ku pun memerah,.ya jelas lah aku pengen sesuatu seperti Tas, Sepatu, ataupun Baju, Paris gitu loh…hehehe  ” Aku kan memang manja pah, mah..hehehe, tapi kalo dipaksa ya aku pengen Tas dech…hehehe ” Jawabku masih dengan nada manja..hehehe  ” Dasar anak papah ini ” Papah tertawa melihat kelakuanku..” Mamah mau apa ?? ” Tanya Papa,  ” Mamah mau papah pulang dengan marilah aja.. ” kata Mama…  Aku pun gak mau kalah, ” Iya pah, yang penting papah pulang marilah , sehat , tambah gagah yah pah… hehehe ” canda-ku  Tawa mereka pun meledak mendengar kemanjaan aku,.. ” Iya sayang, papah juga pengen cepet-cepet pulang cantik, oh iya kemaren malem kamu kemana?? Papah kangen banget ma kamu sampe pulang cepet.. “  ” Iya kan jandah sudah bilangin ke papah, Jenny ke pesta Ulang Tahun temennya itu pah” Mamah mengingatkan papah,  ” Ke pesta Ulang Tahun siapa sayang ?? kamu pulang jam berapa kemarin malam ?? “ Tanya papah padaku..  ” Iya jadi gini pah, aku gak tahu papah mau pulang cepet “. ” Aku pikir papah bakal pulang malem lagi, jadi aku pergi aja ke ultah temenku, Jam 11an aku juga udah pulang, Tanya aja pak Ramses ” Kataku setengah berbohong untuk meyakinkan papah dan jandah..  ” Papah udah tidur jam 11an makanya aku juga tidur, kan aku liat kamar papah ma jandah udah gelap jadi takut aja ganggu papah dah tidur.. memang papah pulang jam berapa ? ” Terangku, papah tampak tersenyum melihat wajahku yang lucu saat bermanja-manja seperti itu  ” Iya jam 9an dech kayaknya papah sampai rumah ya mah ?? ” Kata papah setengah bertanya pada jandah yang dijawab dengan anggukan jandah,..” Yawda gapapa, nanti kita pergi ya minggu depan waktu papah udah pulang, kamu udah libur-kan ?? “Tanya papah,..Untung saja Papa gak curiga dan marah, ya walaupun Papa terlihat segitu baiknya, namun soal waktu dan pulang malam dia sangat-sangat Bawel, ya menurut dia gak pantes untuk wanita seperti aku pulang terlampau malam,..  ” Iya pah, bener ya..hehehe ” aku tersenyum rindu rasanya untuk kami sekeluarga dapat bertamasya, papa terlalu sibuk dengan pekerjaannya sekarang, mendengarnya saja sudah dapat mengingatkan ku pada masa-masa terdahulu saat kami masih memiliki waktu yang luang untuk dapat dengan-sama..  ” Tuan, mobilnya sudah siap ” Sela Jarwo, supir Papa mengingatkan majikannya, perawakannya sedang dengan rambut yang dipotong pendek mirip Tukul, giginya ompong lagi, tapi orangnya setia dan dapat diandalkan sudah 15 tahun dia ikut Papa,  ” Ok, makasih ya Wo ” Jawab Papa, ” Tolong koper saya dibawa saja dulu ke bagasi “  ” Baik Tuan ” Jarwo pun berbalik sambil mengangkat Koper yang terletak dekat cabinet,..  ” Yawda, papah berangkat dulu aja, nanti ketinggalan pesawat lagi ” ingat Mama,.  ” Iya dech,.. ” Papa pun mencium kening janda ” Papah berangkat dulu ya Mah , Jenny ” pap pun mencium sayang pipi-ku,,.Geli dech rasanya saat kumis papa menubruk pipi-ku, tapi aku tahu itu tandanya dia sayang sama aku…  Aku pun gantian mencium Papa,..Kami pun berjalan keluar menuju teras, sementara Jarwo membukakan pintu mobil buat Papa..  ” Jenny , jangan nakal-nakal ya.. Jagain Mama, awas ga ada Papah pulang malem-malem ya “.. Dari nadanya terdengar dia sedikit khawatir, aku tahu andai saja masih Ada Samuel, Adik kembar-ku yang meninggal waktu berumur 3 tahun tentu Papa lebih tenang meninggalkan keluarganya,..  Setelah kematian Samuel, Mama berusaha mengandung lagi namun beberapa kali dia keguguran, hingga Papa melarang janda untuk hamil lagi, padahal justru Opa dan Oma begitu cerewet menginginkan cucu lelaki,..  Papa pun melambaikan tangan dari balik kaca mobilnya, sebelum mobil-nya berjalan mengantar Papa pergi ke bandara..  Aku dan Mama pun berjalan masuk…Baru beberapa langkah Mama sudah berbicara..  ” Jenny, kamu kemarin pulang jam berapa ?? Jangan bohong ke janda “  Aduh mati aku,.. ” Ya jam segitu mah, jam.. hehehe “  ” Binal ya anak Mama, Mama tidur jam 12 kamu masih belum pulang, Mama ga mau aja kamu diomelin ma Papa tadi “  ” Iya dech Mah, maap Jenny ga gitu lagi ya..Janji ” Kataku sambil mengacungkan jari kelingkingku membuat janji ke Mama.. ” Binal kamu ya..heehehee ” Mama gantian memeluk ku sekarang,..” Kamu mau sarapan sekarang ?? ” Tanya Mama..  ” Nanti dech mah, aku masih ngantuk banget tidur dulu ya ?? ” Rayuku  ” Ya sudah, tapi sebelum jam 9 kamu bangun ya..Mama mau pergi belanja, temenin Mama ya ?? ” Ajak Mama  ” Siap Bozzz hehehee ” Jawab-ku..  ” Ya kamu tidur dulu sana sayang.. ” kata Mama,.  Aku pun mengangguk sambil melangkah ke tangga menuju kamar tidurku Itulah keluarga ku terkesan begitu sempurna untuk-ku, dimana semua yang orang-orang inginkan hampir aku miliki semuanya, andai semuanya sesempurna itu, hingga aku pun selalu malu untuk mengakui betapa rusaknya aku, bagaiamana kalau Papa sampai tahu , anak kesayangannya ini sudah tidak suci lagi, bagaiamana bila janda tahu kehidupan-kehidupan malam-ku,..aku benar-benar tak mampu membayangkan bila semua ini sampai terbuka dihadapan mereka.Tak mampu aku membayangkannya, namun andai semua sesempurna ini..  Berat sekali rasanya mataku, begitu sampai di kamar tak berapa lama aku pun langsung terlelap.. Tak percaya rasanya Arno dan Jarwo melakukan ini pada diriku, padahal mereka tahu di dapur ada Mama dan Bok Inem, bagaimana bila mereka sampai mendengar desahan-ku, namun dibawah ancaman mereka, apalagi mereka sengaja menjebak dengan merekam adegan yang aku lakukan dengan ( Cowonya Jenny ) sebulan yang lalu, aku tak pernah sadar kalau setelah rumah kami yang dibobol maling bulan lalu Papa sengaja menaruh kamera rekaman di ruang tamu,.. Padahal pagi ini semua terasa biasa..  > Jennifer Sex Addict 2 : My Family , My Home , and My Bad Luck <  ” Wo, No Mama kemana ya ?? ” tanyaku pada Jarwo dan Arno yang kebetulan sedang lewat di taman,..sementara aku melihat udara pagi sambil meminum toket hangat buatan Bok Inem , pantulan-pantulan cahaya dari kolam renang membuat taman-ku itu terlihat lebih menawan. Karena itu Aku, Papa dan Mama sering menghabiskan hari minggu pagi kami disini, sambil menyantap sarapan kami..  ” Katanya pergi belanja non, tadi saya mau antar tapi Nyonya pergi sendiri,.. ” Jawab Jarwo. Sambill membungkuk sopan,..  ” Oooo ” Kata-ku, sambil mengangguk mengerti ” Ya udah, oh iya kalo ketemu Bok Inem atau Odah, tolong kasih tahu bawain handuk saya ya, saya mau berenang “  ” Baik non, ada lagi ?? ” Kata Jarwo, dan Arno si satpam berbarengan, aku pun menggelengkan kepala, tak lama mereka pun melangkah pergi dengan sopan,…  Namun aku merasakan sedikit kejanggalan, tatapan mereka seolah menelanjangiku yang sat itu hanya berbalut Daster biru tipis yang mencetak pakaian renang two piece,..  Berbeda dengan tatapan mereka selama ini, namun aku tak mau terlalu ambil pusing dengan yang seperti itu, tak lama Odah dating membawakan handuk untuk-ku, setelah menghabiskan toket hangat-ku di cangkir aku pun langsung meloncat ke dalam kolam… Beberapa menit aku berenang sendirian, hingga terdengar suara Mama memanggil dari tepi kolam,..  ” Jenny ” panggil janda, aku pun berenang mendekat,..  ” Kenapa Mah, dah pulang tumben cepet ?? ” tanyaku ” Dari mana ?? ” sambil memuncratkan air kearah Mama..  ” Dasar kamu.. ” Mama tersenyum karena candaanku,..” Dari SuperMarket ” lanjutnya. Tak lama Bok Inem, datang dari arah garasi sambil menenteng belanjaan, ” Taruh di dapur aja Nem ” perintah Mama..  ” Baik nyonya.. ” Bok Inem pun berjalan kearah Dapur,,  ” Anak Mama udah sarapan belum ?? ” Tanya Mama,.  ” Udah ” Jawabku manja, ” Tapi mau telur keju donk ya ?? “  ” Hahaha, dasar kamu, manja ya anak janda , nanti Mama suruh Bok Inem bikinin ya..Kamu berenang dulu aja sana ” Mama pun berdiri,..  ” Makacih Ma..hehehe ” Kataku lagi, sementara Mama membalas dengan senyuman..  Taklama Bok Inem membawakan sepiring telur keju kegemaran ku, aku tak menyadari bahwa dari arah Ruang Tamu yang hanya berbatas Kaca dengan kolam renangku itu, Jarwo dan Arno orang duduk di kursi Tamu dengan tanpa sedikit pun Sopan santun, kaki mereka naik keatas meja, sambil terus memperhatikan gerak-gerik ku sejak tadi,..  Mereka tampak melihat tubuhku yang mengkilat karena pantulan cahaya matahari yang terpantul dari tubuhku yang basah…Sambil tertawa cengengesan  Selesai makan aku pun berenang lagi beberapa saat, sebelum akhirnya kembali naik dan mengambil handuk sambil menyeka tubuhku yang basah, aku melihat kekiri kekanan, mengawasi sekelilingku, aku benar-benar tak menyadari saat itu kalau Jarwo dan Arno bersembunyi di ruang tamu, memperhatikan-ku,..  Aku benar-benar tak sadar hingga dengan santainya membuka pakaian renangku yang sudah tak nyaman digunakan karena basah itu,.. dengan santai aku membuka set bikini ku yang memang agak sedikit ketat itu, hingga bila ku gunakan membuat seolah putingku mau tumpah,  Tanganku meraih simpul bikini di punggungku, perlahan ku-tarik tali yang mengikatnya hingga lepas, belum lagi tubuhku yang sedikit basah itu membuat kedua orang itu begitu melihat detik-detik setiap adegan putingku dan putingnya yang terpantul oleh sinar matahari..  Aku yakin buah zakar Jarwo dan Arno saat itu sontak berteriak kencang, belum lagi aku masih dengan sangat PD-nya memelorotkan celana dalamku, memang sich mereka hanya melihat dari belakang, namun itu sudah cukup untuk mereka berfantasi menyaksikan bokongku yang padat berisi..  Aku pun berganti dengan daster yang tadi kupakai, sebelum berjalan masuk, memotong kea rah ruang keluarga, namun saat memasuki ruang keluarga aku menyadari ada orang yang duduk di ruang tamu, perlahan aku mendekatinya kalau-kalau ada tamu Mama, dengan rambut yang masih basah dan handuk melingkar di pundakku..  Betapa kagetnya aku saat melihat Jarwo dan Arno yang duduk dengan posisi seperti di warung kopi, terlebih Jarwo yang duduk di bangku Papa biasa menerima Tamu..  ” Wo !! No !!! Apa-Apaaan luu !! ” Bentak-ku melihat kelakuan mereka…  ” Hehehe, sabar non, ada yang mau kita omongin nich.. ” Jarwo panic, sambil mengangkat jari telunjuknya ke bibirnya melarangku untuk berteriak,..  Arno mengeluarkan sekotak HD film dari kantongnya, sambil berjalan kearah TV di ruang tamu dan menyalakan HDPlayernya,…  Begitu Tv itu menampilkan isi dari film itu, aku hanya dapat diam seribu bahasa..Adegan percintaanku dengan Andre di ruang tamu ini dulu, memang tak tampak wajahku disana, yang membelakangi kamera namun orang-orang yang mengenaliku.  ” Kalian, kalian mau apa ?? “.. Tanyaku panik ” Uang ?? “ ” Ga koq non, kita bukan mau meres, disini gajinya bagus, ” cengeges Jarwo, yang tampaknya otak dari semua ini, ” Cuma mau kayak yang di TV ” lanjutnya  ” Kalian gila.. ” ingin rasanya aku menangis malu, ” Matikan-matikan “  Arno pun mematikan TV dan mengeluarkan kaset filmnya,..” Jadi gimana non?? ” tanyanya…  ” Jangan pak saya minta.. ” Aku memelas  ” Gimana ya kalau Tuan dan Nyonya tahu ” kata Jarwo mengancam, aku tak dapat membayangkan kalau Mama dan Papa tahu, jelas ini akan menjadi aib besar bagi keluarga ini,…Aku berfikir keras, namun dalam hati aku mulai terangsang membayangkan tubuhku diantara tubuh-tubuh kekar mereka..  ” Gimana Non ?? ” Tanya Jarwo, mambangunkan ku dari lamunan..  Dan sialnya mereka bukan hanya kacung-kacung gagap teknologi, buktinya mereka berhasil merekam adegan bercinta-ku saat itu, ada sedikit kekawatiran mereka meiliki copyanya, sehingga ini bukan pekerjaan satu kali beres..  Desiran seksualku ingin mengiyakan, namun melakukan dengan orang-orang rendah seperti mereka tentu membuatku sedikit risih dan jijik, namun aku tahu tubuhku sendiripun mulai bereaksi melihat sensasi ini, pikiranku mulai berfantasi membayangkan mereka yang akan segera menyetubuhiku dan itu membuatku sedikit naik..  ” Ga ada copy-anya kan ?? ” tanyaku,.. Jarwo menggeleng, ” Ga non, saya gak ngerti sich hahaha ” Lanjut Jarwo meyakinkan…  ” Jadi ?? ” Tanya Arno  Aku pun hanya dapat mengangguk mengiyakan..  ” Nah pinter , Ayo non sini ” Ajak Jarwo agar aku naik dalam pangkuannya menghadap kearah wajahnya, aku hanya dapat pasrah mengikuti instruksinya..Sedangkan Arno hanya cengegesan saja sambil mengawasi keadaan, Mulut bau Jarwo melumat putingku yang masih dibangku pakaian tidurku, ” Kenyal banget non, tentu asyik nich, pacar-pacar non tentu puas banget ya..” Dia terus berkomentar sementara tangan-nya yang satunya meremas-remas putingku…Terkadang menarik putingku yang berwarna kemerahan itu…  ” Aaah, pak pelan… ” pintaku..” Hmmm ” aku tak kuasa menahan desah saat Jarwo mengigit putingku..sementara aku dapat merasakan buah zakarnya yang makin mengeras menekan selangkangan-ku yang tak terbalut celana dalam..,  ” Biar enak jangan teriak-teriak gitu donk non, mau ketahuan orang-orang ya..” sambil melumat bibirku, lidahnya menari dalam mulutnya, bau sekali dan terasa jijik , namun tangannya terus meremas putingku membuatku sedikit melupakan bau mulutnya dan mulai membalas permainan lidahnya, sedikit menahan desahan dari mulutku..  ” Liat No, pantatnya, montok bener ” Jarwo setengah berbisik memanggil Arno, sambil menyingkap dasterku, membuat paha dan bokongku terlihat oleh Arno,..Arno pun menimpali..” Ya iyalah Wo, bego banget lu, lu liat sendiri nona cantik kita ini selalu olahraga, tadi aja lu liat sendiri dari jauh aja udah sekel gitu, ga kayak bini lu dah tua , jelek lagi..” Ejek Arno terkekeh, sambil kembali memperhatikan situasi..  Sedikit Jarwo membuka dasterku hingga putingku yang memang tak berbungkus apa-apa itu langsung terpampang didepan kedua bola matanya,, Jarwo menyeringai sebelum dengan lidahnya menyentil-nyentil puting toket-ku, sesekali membuat pentil ku terpental atas bawah, sebelum melumatnya, aku dapat merasakan giginya yang agak jarang itu pada permukaan putingku, sesekali puting putingku menganjal diantara gigi ompongnya, Hmmm, memberikan sensasi tersendiri yang aneh namun membuatku nyaman..  “Hmmm, paaakk” aku tak kuasa mendesah, berbisik di telinganya,..tanpa sadar aku pun mengeluarkan lidahku menyentil telinganya, terangsang Jarwo makin liar mengerogoti putingku, kiri kanan, kiri kanan..makin lama makin liar, membuatku makin lupa dengan siapa aku sedang bercinta, belum lagi rasa tegang takut ketahuan oleh janda di dapur membuat jantungku makin berdebar kencang memacu hasratku untuk bercinta, pikiranku terus berimajinasi melihat ‘pemerkosaan’ ini…  Jarwo mulai menurunkan dasterku, hinga menghilang dari pundaku , memberikan-nya akses yang lebih leluasa untuk menjelejah di dadaku, makin lama permainanya makin kasar dan liar, belum lagi lidahnya yang terus berkelana menyusuri tubuhku, membuatku bergidik saja,..  Dasterku yang tertahan diperutku itu, ditarik naek oleh Jarwo, kini dia menatap vaginaku yang belum sempat disaksikannya dari tadi, segaris bulu kemaluan yang tak lebat itu mengundang decak kagumnya,..  ” Hmm , mank kayaknya ga lebat ya non,.. ” Komen-nya sambil menyentuh-nyentuh bulu kemalaunku,.. ” lembut, berarti ga dicukur..hahaha “  Jari-nya kini mulai terselip dalam vaginaku sementara Jarwo masih berusaha memfrenckiss ku, aku tak lagi kuasa untuk menolak, apa lagi Jemari Jarwo mulai terselip dalam vaginaku dan mencari klitorisku, yang membuat vaginaku sedikit basah merasakan sentuhan jemarinya,..  Akhirnya dia berhasil menemukan klitorisku, digeseknya sambil sesekali menekannya, wajahku langsung berubah melihat desiran ini, putting payudarku mulai mengacung akibat hisapan Jarwo dan juga rangsangan dari klitorisku, tertawalah Jarwo melihat majikannya ini tak berdaya..  ” Uhhh , Uhhhh ” ” hmmmm ” Aku hanya dapat mendesa kecil, putingku kian mengencang, belum lagi vaginaku yang mulai basah,..  ” Wangi non..masukin ya ?? ” Tanya Jarwo berbasa-basi..  Aku pun hanya dapat mengangguk saja, apalgi buah zakar Jarwo yang tadi menekan-nekan itu tampaknya demikian keras dan kuat, pendapatku tak salah, saat Jarwo memelorotkan celananya sebatan buah zakar yang laur biasa keras kini mengacung tegak tepat dibawah vaginaku.. ” Ayo naikan dikit non ” pinta Jarwo sementara buah zakarnya sudah mengacung tegak, keras di muka pintu kenikmatanku, aku pun hanya dapat menurut, tangan Jarwo sempat beberapa kali mengosok permukaan vaginaku, seperti memastikan sesuatu,..terkadang menyentil-nyentil klitorisku membuatku mendesir nikmat..  Hingga akhirnya Jarwo pun menyuruhku menurunkan pinggulku, aku dapat merasakan bagaimana buah zakarnya mulai menyeruak masuk dalam vaginaku, membuatku mendesah tertahan tiap kali buah zakarnya masuk tiap inci memberikan kenikamatan ditengah rasa perih, demikain juga Jarwo yang turut mendesah melihat bagaimana vaginaku menjepit buah zakarnya..  Penis Jarwo begitu keras menusuk masuk dalam vagina-ku, tidak super namun keras sekali menusuk vaginaku, rasanya seperti sebuah tongkat masuk dalam vaginaku, walaupun aku belum pernah merasakannya,..Aku hanya dapat menutup mataku melihat buah zakarnya dalam vagina-ku, demikian juga Jarwo yang tampaknya melihat himpitan otot-otot vaginaku yang membungkus buah zakarnya,..  “Gila non, sempit, enak banget kayak berdenyut lagi.. ” tak jelas Jarwo menyindir atau menghinaku..”Pacar-pacar non kecil-kecil ya, masih rapet banget non” , Arno si satpam itu pun tampak tergoda mendengarkan kata-kata Jarwo, sambil senyum-senyum sendiri, sementara aku masih sedikit kaget dengan buah zakar Jarwo dalam vagina-ku yang demikian keras,..Sampai Jarwo menghentak pinggulnya, hingg apenisnya mulai naik dalam vagina-ku sebelum kemudian hentakannya mulai sering, membuat vaginaku mulai membasah memberikannya keleluasaan untuk makin cepat memacu-ku..  ” Ohhh ” aku pun makin sering mendesah sebelum dihentikan oleh lidah Jarwo yang kembali masuk dalam mulutku, aku pun segera membalas, mengurangi desahanku yang makin menggila, nikmat sekali rasanya, belum lagi dipacu rasa takut yang membuatku makin melihat ini semua, , Tangan Jarwo pun tak pernah berhenti mengerayangi putingku, memilinnya, mengerayanginya, menambah semua rasa nikmat ini..  Tangan Jarwo pun begitu kasar mengerayangi vaginaku, terkadang menampar bokongku hingga memerah seolah meminta aku menaikinya lebih cepat, lebih cepat lagi,..berada diatas justru membuatku lebih mudah membuat ritme yang nyaman buatku, namun terkadang ritme itu seolah membosankan bagi Jarwo, sehingga memintaku lebih cepat memacunya..  Tangan Jarwo yang satunya mengengam rambutku agar tak berantakan, lagipula tampaknya dia melihat bagaimana mimic ku wajahku saat ini, terkadang aku hanya dapat menutup mata memandang wajah Jarwo yang luar biasa jelek itu, dengan bekas bopeng diwajahnya membuat dia lebih buruk lagi..  Sesekali aku mengigit bibir bawahku ya sekedar menetralisir rasa nikmat oleh goyangan ku sendiri, sesekali memang Jarwo yang pegang kendali pinggulnya dinaik turunkan menekan masuk dalam vaginaku, wow, rasanya luar biasa bagaimana buah zakar kekar itu membelahku,..  Lidah Jarwo pun tak berhenti sekedar menciumi ku, terkadang lidahnya memoles wajahku sambil menceracau tak jelas,..  ” Wajah non cantik sekali.. “ ” Licin banget non … “ Ataupun bermain dengan telingaku membuatku makin terangsang melihat ‘ini’  Jarwo memindahkan kaki ku dari bersimpuh kearah pundaknya, dengan begitu membuatnya makin mudah menerobos vaginaku, kini kendali permainan benar-benar ada ditangannya, kini aku tak dapat lagi mengontrol nafas untuk mencegah diri-ku mencapai organsme dengan cepat,  Namun baru 5 menit aku dipermainkan, sungguh aku tak mampu lagi bertahan lebih lama, hingga dalam satu tarikan nafas yang tak tertahan lagi itu, aku pun tak kuasa membendung puncak kenikmatan yang begitu dahsyat…  ” Hmmmmmm.. ” Desahku ditengah ciuman Jarwo, memancing Arno untuk melihat kearah kami  Arno hanya dapat melihat takjub saat aku mencapai organsme, seluruh tubuhku menelikung, sementara cairan vaginaku yang begitu banyak sampai menetes ke lantai, untung tidak mengenai karpet ruang tamu itu,..  Aku melihat Arno yang tampak sudah tak tahan dan mulai memelorotkan celananya sambil melangkah mendekat, sementara Jarwo begitu melihat hasil kerjanya yang telah membuatku mencapai klimaks itu,..  ” Nikmat ya non?? Ampe meleleh begitu.. ” . Aku pun hanya dapat mengangguk lemah, sementara Arno berdiri dihadapanku,  ” Gila Wo, gue dah ga tahan nich ” Kata Arno sambil tertawa, celananya tertahan di kakinya sementara buah zakarnya yang telah menegang itu tepat setelah wajahku..  ” Hahaha, emank mantep majikan kita No ” Komentar Jarwo, Tiba-tiba Arno pun menamparkan buah zakarnya pada wajahku, ” Hmmm, pak.. ” Protesku..  Penisnya memang super namun tidak sekeras Jarwo hingga dapat dipecutkannya pada wajahku,..” Maaf non.. ” Arno berbasa-basi, pengen nyobain non ngocok nich.. hehehe ” tanpa rasa malu Arno menuntut-ku untuk mengoral buah zakarnya..  Sementara Jarwo terus memompaku, membuat ku sulit untuk sekedar menolak permintaan Satpam gendeng itu, ” Hmmm, ga ahhh paaakk, jijjjiiik ” aku menolaknya halus,.  Namun Arno menjawabnya dengan tamparan buah zakarnya pada wajahku, sementara Jarwo pun mulai memaksaku memenuhi tuntutan temannya itu,..  ” Ayo lah non, daripada kita langsung bedua ngerjain non ” ancam Jarwo, ditengah tawa kecilnya,..Arno pun mengiyakan dan mengacungkan buah zakarnya didepan mulutku,..aku pun hanya dapat mengiyakan, perlahan aku membuka mulutku, namun saat Jarwo dengan brutal mencengkram putingku, aku pun mambuka mulutku lebar-lebar, sambil berusaha menahan agar tak berteriak teriak-teriak, kesempatan itu langsung dimanfaatkan Arno untuk menyodokan buah zakarnya dalam mulutku,..  ” Mmmmmpphh ” Aku gelagapan dihadiahi buah zakar yang tersodok dalam mulutku, ” aku menatap wajah Arno yang hanya dibalasnya dengan senyuman licik,..penis itu serasa membuat seluruh ruangan dalam mulutku buah zakar, belum lagi masih ada sebagian buah zakarnya yang berada diluar mulutku,  Jarwo yang tiba-tiba menggerakan pinggulku kekanan-kiri, membuatku bagaikan mengulek buah zakarnya, aku pun mulai aktif bergerak sesuai keinginannya, bagaiakan gerakan membor yang membuat Jarwo merem melek menahan nikmat,..  Sementara Arno pun tak mau kalah start dengan temannya, dia menahan kepalaku, sementara mulai mengoyangkan pinggulnya menyodok-nyodokan buah zakar dalam mulutku, puas dengan boranku, Jarwo pun mulai kembali menghentak-hentakan pinggulnya kembali mengerakan buah zakarnya naik turun dalam vaginaku,…  Penis dalam mulutku itu membuatku tak tahu harus apa, sungguh aku binggung pemerkosaan dengan mata tertutup itu tak memberikan-ku banyak pengetahuan tentang oral sex, sementara Arno pun mulai memberikan petunjuk padaku untuk memberikannya rasa nikmat, aku pun hanya dapat menuruti keinginannya,  ” Ayo non, tangannya dipake buat ngocok juga ” Perintah Arno, sementara terkadang Jarwo menusuk-ku dalam-dalam yang membuatku mekiik tertahan..  Tangan kiriku pun meraih buah zakarnya yang berbulu lebat itu sambil mengoyangkan tanganku mengocoknya, mulutku pun masih menahan buah zakarnya didalam…  ” Nah pinter, sekarang coba dijilat pake lidah non,..” aku tertegun mendengarnya..Namun dalam hatiku pun aku mau saja mengikuti keinginannya ‘Suck up dirty of me’ ..Kukeluarkan buah zakarnya dari mulutku, kutatap kepala buah zakarnya yang bagaikan helm mengkilat karena ludahku, perlahan kujulurkan lidah-ku menyentuh kepala buah zakarnya..  ” Ohhh, nonn enak.. ” saat lidahku menyentuh garis di kepala buah zakarnya, Arno tampak melihat sentuhan lidahku, namun bagiku terasa aneh dan menjijikan buah zakarnya terasa asin sementara sedikit aku merasakan buah zakarnya kian mengeras dalam balutan lidahku pada batang buah zakarnya..  Tak pernah berhenti Jarwo memompaku, sementara aku masih sibuk memoles batang buah zakar Arno, terkadang aku menjilati buah zakarnya sampai kepangkal yang dipenuhi bulu-bulu kemaluannya yang lebat, bau memang, namun mendengar dia mendesah melihat permainan  Jarwo menurunkanku dari pangkuannya dan merebahkan-ku di atas sofa, sementara diangkatnya kedua pahaku pada pundaknya, sebelum akhirnya dia kembali mendaratkan buah zakarnya dalam vagina-ku..  ” Hmmm ” aku mendesir sesaat saat buah zakar Jarwo kembali memompaku, nikmat sekali harus kuakui, rasa Seks yang seperti ini yang telah lama aku cari, Arno tiba-tiba mengankangiku dan meremas putingku, setengah duduk dia diatas perutku, ditaruhnya buah zakarnya yang super itu diatara belahan putingku, smentara tangannya menekan dari dua sisi, taklama dia pun mengayunkan pinggulnya bagaikan menyetubuhi puting-ku…  Rasanya aneh, perih memang saat putingku ditekannya untuk menjepit buah zakarnya, namun ada semacam perasaan nikmat, belum lagi Arno tak hanya sekedar menekannya kadang dia bermain dengan putting putingku menekannya, menariknya, sungguh liar fantasi seksualnya..  Menyaksikan buah zakarnya yang muncul tenggelam dari putingku, sementara buah zakarnya pun seperti akan menyeruduk-ku, wow membayangkan buah zakarnya itu yang hanya beberapa centi dibawah mulutku, ingin rasanya memasukan buah zakar itu ke mulutku, namun jelas tak mungkin aku yang memintanya..  Jarwo pun masih begitu liar mengerjaiku, buah zakarnya yang kekar itu bagaian memporak pondakan vaginaku, seluruh otot vaginaku dapat merasakan tiap sodokan buah zakarnya yang membuatku melayang makin dalam, terkadang dia mencabut buah zakarnya sebelum memasukannya lagi dengan satu hentakan untuk memberikan sensasi selanjutnya,  Kadang dia begitu cepat menyodok-nyodokan buah zakarnya, namun terkadang perlahan membuatku terbuai dalam irama permainanya. Melayang tinggi melihat tiap momen buah zakar Jarwo menembusku, ditambah lagi Arno yang sibuk bermain dengan putingku…  Jarwo menggila, buah zakarnya terasa makin mengeras diantara jepitan otot vaginaku, makin cepat dan dalam menembus tubuhku, nikmat sekali hingga membuatku tak dapat bertahan lagi mengekang puncak kenikmatan yang sebentar lagi kuraih, tubuhku mengejang, punggungku sampai terangkat yang membuat Arno tertawa melepas tangannya yang bermain dengan putingku, membuat buah zakarnya juga tak lagi menempel didadaku,..  ” Aaaahhh… ” Satu organsme dahsyat disusul sebuah organsme selanjutnya, yang menguras seluruh tenaga-ku, sementara Jarwo makin cepat memompaku, sebelum akhirnya tiba-tiba, aku dapat merasakan lelehan sperma yang menyembur dalam vagina-ku…  Membuatku tersadar,..sementara Jarwo dan Arno hanya terkekeh penuh kemenangan, sebelum Jarwo mencabut buah zakarnya dari vagina-ku, aku dapat menyaksikan buah zakarnya yang terkulai tak seperkasa tadi dengan mata sedikit tertutup dan air mata yang mulai menumpuk di mata-ku,..  Penis Jarwo bercampur dengan cairan cintaku dan lelehan Spermanya,… ” Maap non,, hehehe ” Kata Jarwo enteng,..  ” Jangan pak, saya minta jangan di dalam saya minta, saya gak mau hamil pak,..” Aku tahu hari ini bukan masa suburku, tapi rasa takut itu masih saja ada…  ” Ya lu Wo, suka sembarangan aja … ” Arno mencela Jarwo sambil terkekeh-kekeh entah apa maksudnya..  ” Lagi lu bikin jadi becek gini… ” Lanjut Arno sambil menunjuk vaginaku yang masih basah oleh lelehan sperma Jarwo, Arno duduk di sebelah tubuhku yang lunglai kelelahan akibat permainan mereka tadi,..  ” Iya-iya map non, ” Jarwo menjawab dengan sedikit tawa tersirat,.  Aku kira semua ini telah berakhir, namun harapan tinggal lah harapan, belum lagi rasa takut kalau-kalau Mama, Bok Inem, ataupun pembantu-ku yang selanjutnya sampai melihat kejadiaan ini, maka habislah sudah,..  Aku pun memohon dengan ketakutan.. ” Pak, udah ya, kan saya cape.. ” pelas-ku..  ” Ah, baru begini non, saya kan belum.. ” Protes Arno, sementara tangannya mulai mengerayangi pahaku, makin naik kearah pangkal…  ” Liat nich Wo kerjaan lu, ” Kata Arno untuk Jarwo, saat tangannya mulai memasuki wilayah vaginaku, jemarinya yang besar dari tanganya yang kekar itu mulai menyelip masuk, membuatku tak lagi dapat banyak bicara melihat sensasi yang tersaji..  Jemarinya menyeruak masuk perlahan, menyapu sisa-sisa sperma yang ada dalam vagina-ku, bergoyang kekanan kekiri di dalam vagina-ku, memberikan semacam rasa nyaman yang terlarang…Mataku mulai merem melek melihat permainan Jari Arno yang seolah sengaja memancing birahiku,..  Sperma yang menempel ditanganya terkadang di bersihkan pada tissue yang diberikan Jarwo, namun sebagian terkadang justru di olehkan ke dadaku, jijik sekali aku belum lagi terbiasa oleh bau dari sperma itu, sementara sperma yang ada didalam vaginaku ternyata banyak juga sehingga membuatku sedikit khawatir,..  ” Gila, pejuh lu banyak amat Wo..Hahahaha ” Kata Arno, sementara Jarwo hanya menggeleng,..” Tenang aja non, Dah saya bersihin tuch,.. ” Lanjut Arno  Namun tangan Arno yang ada dalam vaginaku belum ditariknya, Arno tersenyum kecil kearahku, sebelum kembali menggerakan jemarinya dalam vaginaku, tak lama jari yang mengorek dalam vaginaku justru bertambah, bergerak cepat keluar masuk dalam vaginaku, namun terkadang perlahan menyusuri tiap centi liang vaginaku, membuat tubuhku bergerak tak karuan,..  Aku meraih bantalan sofa untuk menutupi mulutku yang mulai mendesah kencang, khawatir kalau saja ada yang mendengarnya, sementara tanganku memegangi perutku yang datar itu, sesekali menahan tangan Arno yang sadang menyerang masuk vaginaku,…  Arno termuatnya belum puas melihatku mendesah tertahan tak karuan seperti ini , dengan semangat yang makin menjadi, tangannya memompa makin cepat membuat tubuhku sampai membusung keatas.. ” Hahahahaha ” Riuh suara tawa mereka, meski mereka menahannya agar tak terlalu nyaring terdengar, tampaknya mereka puas sekali melihat tubuhku yang kelojotan tak karuan itu,…  ” Hebat ya non, dapat sampai begitu,.. ” komentar Jarwo,..  ” Hahaha, ampe bikin rasanya gimana gitu ” Arno pun ikut-ikutan, sambil menraik jemarinya yang basah oleh cairan kewanitaan-ku, melihat tanganya yang begitu basah membuat Arno kembali tertawa..  Arno dengan sengaja menyodorkan jemarinya pada mulutku, aku berusaha mengelak sebelum dengan kasar dia menekan kepalaku, dan memaksaku membuka mulutku menjilati jemarinya..  ” Gitu donk non, ayo sekarang berdiri.. ” aku tak memiliki pilihan lain setelah menuruti kemauanya, lututku rasanya gemetaran saat aku berdiri, lemas sekali rasanya melihat pemerkosan ini, orang-orang ini berbeda dengan partner seks ku yang sudah-sudah mampu bertahan jauh lebih lama, belum lagi perbuatan-perbuatan mereka yang menjijikan justru memberikan sejenis kenikmatan selanjutnya..  Arno memposisikan-ku hingga bertumpu pada belakang sofa, setengah membungkuk, sementara dia berjalan kebelakangku dan langsung mengesek-gesekan buah zakarnya di bibir vagina-ku, dia tampak melihat bagaimana buah zakarnya bersentuhan dengan bibir vagina-ku, sebelum perlahan dimasukannya buah zakarnya itu dalam vaginaku, perlahan sementara kedua tangannya mencengkram pinggulku,..  Perlahan buah zakarnya menyeruak masuk, terasa sekali sesekali dia menarik keluar buah zakarnya sebelum berusaha memasukannya lebih dalam.. ” Gila, masih peret aja ” katanya.. Jarwo pun menyeletuk, ” Iya itu, gila enak banget kan. ” mereka terkekeh kecil, sementara Arno pun masih berusaha memasukan sisa buah zakarnya yang masih tersisa diluar vaginaku..  Penis itu super sekali, aku pun hanya dapat mencengkram pinggiran sofa tempatku bersimpuh , sekedar mengurangi rasa perih yang nikmat ini , beberapa menit Arno berusaha memasukan buah zakarnya, berulang-ulang hentakan-hentakan kerasnya memaksaku sedikit mendesah menahan nikmat, hingga akhirnya dengan satu hentakan kuat Arno berhasil memasukan buah zakarnya amblas seluruhnya..  ” Uaaaahhh , akhirnya ” Katanya, sementara aku hanya dapat mendesah sambil membenamkan wajahku ke sofa menahan perih..Vaginaku serasa perih berdenyut, yang justru menurut Arno benar-benar enak tersirat dari komentar-komentarnya, selama beberapa saat melihat jepitan vaginaku pada buah zakarnya..  ” Udah siap non, gila dapat berdenyut-denyut gini mekinya hehehe ” cengeges Arno..Kali ini Jarwo tak ikut berkomentar, hanya duduk di kursi tempat biasa Papah duduk, sambil mendiamkan buah zakarnya yang kelelahan dan sudah lunglai, ingin rasanya marah melihat dia duduk di kursi Papah, kesal sekali rasanya,..  Namun belum sempat aku berfikir untuk menyuruh Jarwo pindah tempat duduk, Arno sudah terlebih dahulu mengehentakan buah zakarnya dalam vagina-ku, ditariknya buah zakarnya dalam vaginaku, beberapa saat kembali buah zakarnya menghujam vaginaku…  Terus menerus berulang kali dengan kecepatan yang terus bertambah, sementara tangannya mencengkram erat pinggangku bunyi tumbukan buah zakarnya dengan bokongku, menimbulkan bunyi khas yang menarik perhatian Jarwo,..  ” Nah itu dia, bunyikan No, gila enak banget bokongnya sekel ” yang diamini Arno.. ” ya mank matep Wo, ga nyesel dech kalo mati dah nyobain yang begini.. ” Sialan ingin rasanya aku menghabisi mereka yang menghina-ku seperti ini tapi, jujur memang enak sekali melihat buah zakar Arno yang super ini, rasanya berbeda dengan kenikmatan yang diberikan buah zakar Jarwo yang kekar itu…  Sementara hentakan Arno makin keras yang membuat putingku terpental kesana-kemari, sebelum ditangkap oleh Tangan kanan Arno, ” Kenapa Non ?? makanya memiliki toked jangan jumbo-gede, hehehe.. ” ejeknya, seketika dia langsung meremasnya dan menarik-narik putting toketku bagaikan mau memeras toket..  15 menit dalam posisi itu, membuatku mulai mabuk dan tak kuasa menahan desiran nafsu yang memuncak, hingga sebuah organsme kecil menerpaku,.. ” Hmmmm ” aku pun setengah menahan desahan yang kunikmati setiap momen-nya, tampaknya Arno pun menyadari jepitan vagina-ku pada buah zakar-nya yang menguat..  ” Kenapa non, enak ya ?? ” tanyanya.. Untung aku masih dapat menahan diri untuk tidak mengangguk,,..  Tiba-tiba Arno mengangkat tiba-tiba mengangkat kaki kananku ke pundaknya, untung dia pendek hingga aku tak perlu berjinjit, sementara buah zakarnya tak pernah berhenti keluar masuk vaginaku, bahkan dengan posisi ini aku dapat menyaksikan bagaimana buah zakarnya keluar masuk, gila aku tak pernah menyangka aku dapat menampung buah zakar sepanjang ini..  Sementara putingku yang sudah tak dicengkram lagi oleh Arno, bagaikan perputar-putar mengikuti goyangan Arno pada tubuhku, melihatnya Jarwo kembali menegang dan melangkah ke dekat-ku…  ” Gila No, nich puting mental-mental gini..hahaha ” Risih sekali mendengar komentarnya sementara buah zakarnya yang sudah menegang itu hanya beberapa centi di depan mataku., ingin sekali mengigit buah zakar itu..  Dan seperti yang dapat diperkirakan tangan Jarwo langsung mencengkram putingku, memilinnya dan mengerayanginya dengan sedikit kasar membuat ku mengerang-erang kecil menahan perih, putingku sedikit memerah karena remasan Jarwo yang kasar..  ” Kenapa Non ?? koq ngeliatin konthol saya aja.. ?? Mau nyobain ya ?? ” Tanyanya setengah mengejek..  Aku pun bergegas mengelengkan kepala, jijik sekali buah zakarnya dari jarak segini saja dapat tercium aroma yang tak sedap, rasanya tentu tak karuan lebih parh dari buah zakar Arno yang sedikit terawat, belum lagi sejak tadi baru kali ini aku dapat melihat buah zakar Jarwo dengan jelas, buah zakarnya keras mengacung meski tidak terlalu besar, namun luar biasa hitam, apalagi bulu-bulu kemaluannya demikian lebat..  ” Hehehe, si enon dapat aja..Mau nyusu ya non.. ” Belum lagi aku memperbolehkannya , Jarwo sudah sedikit berlutut mengerayangi putingku dengan lidahnya..Memoles seluruh permukaan putingku hingga merah mengkilat,…  Sesekali kembali putting putingku terselit diantara gigi-gigi ompongnya, tumbukan gusinya dengan putingku menimbulkan sensasi berbeda dari sekedar hisapan maupun gigitan pada puting putingku…  Jarwo pun menarik tanganku sebelah hingga membuatku sedikit kehilangan keseimbangan, belum puas dia mempermainkan putingku,..diarahkannya tanganku kearah buah zakarnya, dipekasanya aku meraih batang kemaluanya yang sudah sedemikian keras, sebelum memaksa ku untuk mengocoknya..  Aku pun begitu melihat buah zakar yang begitu kekar itu, perlahan aku pun mengoyangkan tanganku menyusuri buah zakar itu, sementara sensasi di vaginaku pun belum lah berakhir, sehingga membuatku semakin gila mengocok buah zakar itu, membuat pemiliknya tersenyum nikmat melihat service-ku pada buah zakarnya..  Sedikit banyak aku mengalihkan rasa nikmat pada buah zakar yang kugenggam, tumbukan pinggul Arno dan bokong ku membuat bunyi-bunyian yang khas, apalagi buah zakarnya yang sudah basah oleh cairan vaginaku membuatnya makin cepat memompaku,.nyaris aku mencapai organsme dalam posisi ini, namun jelas posisi setengah berdiri begini membuatku kehabisan stamina,..demikian juga Arno, yang kemudian memintaku mengangkang di atas sofa..  Arno kembali menggesekan buah zakarnya pada bibir vaginaku, kini dengan posisi doggy style, sementara Jarwo duduk di pegangan tangan sofa dengan buah zakar yang mengacung tegak..  ” Hmmmm.. ” Aku kembali mendesis saat buah zakar Arno mulai tertelan oleh vaginaku…  Seperti kura-kura aku membenamkan wajahku ke sofa itu, menahan rasa perih tiap kali buah zakar itu menyeruak masuk dalam..sebelum beberapa detik kemudian berganti dengan rasa nikmat,..menikmati bagaimana vagina-ku menjepit buah zakarnya, Arno kembali memacu buah zakarnya keluar dalam, sementara kembali aku harus menahan desah nikmat yang membuat makin gila menahannya..  Jarwo tampaknya belum puas, dijambaknya rambutku hingga aku dapat melihat wajahnya..  ” Sakittt, hmmm pak..lepass ” Rintih-ku disela desahan..  ” Sepong ya non.. ” Pintanya namun justru jambakannya makin keras, membuatku tak dapat melakukan hal lain setelah mengiyakannya..Jarwo kini turun hingga memudahkan ku meraih buah zakarnya,  Perlahan aku mulai memasukan buah zakar Jarwo dalam mulutku, pemilinya merem melek merasakan kehangatan dalam mulutku, cairan ludahku menempel pada buah zakarnya, kepalaku pun mulai naik turun menyantap buah zakar Jarwo, sementara Arno pun malah makin cepat memacu-ku dalam posisi doggy ini,  Sesekali aku menghisap buah zakarnya, namun sejenis cairan aneh muncrat dari buah zakarnya, jijik sekali, aku pun bergegas mencabut buah zakarnya dari mulutku, menatap wajah Harwo yang seolah kecewa, membuatku mulai mencoba menjajaki buah zakarnya lagi, menjilati buah zakarnya dari bagian batang hingga kebuah zakar, sebelum kembali memasukan buah zakarnya ke dalam mulutku,  Dengan menahan jijik aku mulai menambah frekuensi sedotanku, terkadang juga lidaku menyentil-nyentil buah zakarnya membuat Jarwo kelojotan, melihat tiap momen bagaimana Jarwo terpuaskan oleh permainanku membuat merasa sedikit superior yang membuatku makin giat menyepongnya..  Tiba-tiba, jempol Arno terselip diantara anusku, kaget membuat melepaskan seponganku pada buah zakar Jarwo, kali ini jarwo tak sepasrah tadi, ditariknya kepala ku kearah selangakngannya, tanpa sedetik pun waktu aku pun langsung dipaksanya kembali menuaikan tugas untuk mengoral buah zakarnya,..  Genjotan Arno menggila seolah menyenggol mulut rahimku, hingga membuatku mendesah diantar buah zakar Jarwo, makin gila, makin cepat dan liar membuatku hilang kendali, kini aku tak lagi mampu mengoral buah zakar Jarwo lagi, Arno pun seolah mengerti dan berhenti memaksa ku untuk mengoral buah zakarnya,  Aku hanya kelojotan pasrah, sambil membenamkan wajahku pada sofa untuk mencegah suara ku bergema hingga memancing orang-orang lain dirumah ini, nikmat sekali rasanya didominasi seperti ini, rasa yang jarang aku temukan dari pacar-pacarku, membuatku meledak untuk kesekian kalinya,..  Jarwo dan Arno tertawa melihat tubuhku yang kembali mengejang hebat, mereka tertawa penuh kemenangan sementara Jarwo kini sibuk mengocok buah zakarnya sendiri sambil menarik wajahku, dia tampak melihat sekali wajahku yang makin lemah karena permainan kawannya yang membuatku benar-benar tak berdaya..  Akhirnya Arno menarik buah zakarnya, Arno mendesis perlahan.. ” Hmmmmm ” desahnya sambil masih mengocok buah zakarnya tampaknya sebentar lagi dia akan meledak, buah zakarnya terlihat membesar, tak lama dia pun mendesah tak tertahan..  ” Anjritt…. ” Spermanya tumpah kedadaku, ditariknya tangan-ku..  ” Mau apa No ?? ” Sanggahku panik, namun diraihnya tanganku yang berusaha menghindari cengkraman tangannya, ” Diem aja non.. ” tawanya.. Tanganku pun dipaksanya mendekati genangan sperma yang tumpah didadaku, aku mengerti dia menginginkan tangan ku sendiri yang memoles sperma yang ada didadaku, perlahan diarahkannya tanganku memoles puting ku dengan ‘selai’ sperma hingga menutupi sebagian besar putingku..  Melihat itu Jarwo makin bernafsu mengocok buah zakarnya, sementara aku dapat melihat buah zakar Arno yang perlahan menyusut ke ukurannya semula, sesekali Jarwo dengan sengaja mendekatkan buah zakarnya ke wajahku aku melihat bagaimana Penisnya berdenyut-denyut hingga diiringi sebuah desahan Jarwo pun mencapai klimaksnya ,  ” Crooot… ” Penis yang sudah berada di depan wajahku itu dengan sengaja diarahkan menyembur keseluruh bagian wajahku,..  Sebagian mengenai pipi kiriku, terdapat pula yang mengenai mataku hingga aku pun sedikit menutup mataku, takut spermanya masuk ke mataku..  ” Wo… gila… ” Aku meringis ketakutan, tampakanya dia belum puas mempermainkan majikannya ini, berdua Jarwo dan Arno tertawa, sebelum mereka mulai memoles wajahku dengan Sperma Jarwo..  Tampaknya mereka begitu puas memperlakukan aku seperti ini, namun aku pun tak memungkiri, permainan meraka benar-benar membuatku merasakan ‘ surga ‘ wow, apalagi berbeda dengan seks yang pernah aku rasakan sebelumnya, seks ini terasa ‘dirty‘ banget, namun wow rasanya berbeda..  Lemas sekali rasanya tubuhku, entah berapa banyak organsme yang berhasil kucapai hari ini, seks gila dalam 1 minggu terakhir, rasanya aku mulai menyukai seks-seks gila seperti ini, it’s a bit difference but give much of pleasure..  Sementara Jarwo dan Arno celingukan sambil mengenakan pakaiannya yang tadi berserakan, mereka pun mengambil-kan aku tissue,..  ” Gila non, emank beda ya.. ” Jarwo tampaknya benar-benar puas.. ” Non bener-bener beda, mekinya aja dapat berdenyut-denyut.. ” Arno menimpali..  ” Puas bajingan !! ” Bentak-ku pada mereka..  ” Hahaha, jangan galak gitu donk non, ini sesuai perjanjian kita.. ” Kata Jarwo sambil menyerahkan HDvideo yang menyimpan film rekaman adegan percintaanku…  Aku pun langsung merebut film itu..” Ga ada kan copyan-copyannya ” bentaku lagi dengan nada yang tinggi,..  ” Tenang non, kita bukan mau meres non koq..hahaha ” Arno tertawa sambil menunjuk bibir bagian bawahku dimana ada sisa sperma Jarwo yang terlewatkan olehku.. Malu rasanya buru-buru kuseka spermanya dengan tissue yang masih ku pegang..  ” Ya ngapain lagi kalian disini !! ” Bentak-ku ” Keluar sana “  ” Galak amat non, kan mau bantuin non, nyeka sperma saya yang masih ada di puting non tuch.. ” Arno masih saja mengambil kesempatan meremas puting-ku..  ” Anjing lu.. ” aku pun melempar tissue kotor yang kupegang ke wajah Arno…  Jarwo dan Arno pun bergegas angkat kaki, sambil tertawa, aku pun mengendap-endap perlahan takut ketahuan sebelum berlari naik ke kamarku dalam keadaan bugil, jijik rasanya memakai pakaian ku yang masih tergantung di pinggangku itu , rasanya tidak pantas baju ku itu terkena sperma mereka,..  Sesampainya di kamar aku pun membasuh seluruh tubuhku dengan air hangat, aku mandi sebersih-bersihnya walaupun mereka mampu memuaskan ku, bahkan lebih, tetap saja ini sperma-sperma kacungku, aku pun mengosok gigi ku sebersih-bersihnya meski rasa sperma-nya masih terasa liat di mulut-ku,..  Aku benar-benar tak mengerti bagaimana mereka dapat seberani itu, aku benar-benar tak pernah menangka ada sepasang mata lain yang melihat pemerkosaanku, aku pun benar-benar tak paham saat itu mengapa Mama dan Bok Inem benar-benar tak menyadari keadaan ku saat itu, meski sekarang aku sudah mengetahuinya… -----------------------------

Foto: jenny 3  Jennifer Hari-hari kemudian sejak kejadian ‘pemerkosaan’ yang dilakukan oleh Jarwo dan Arno membuat-ku agak tercekam, rumah-ku terasa bagaikan bukan rumah-ku lagi, entah mengapa tiap saat aku merasakan bagaikan ada orang-orang yang selalu mengawasi-ku, bagaikan seekor kelinci yang diburu, aku tak lagi berani membawa teman-temanku kerumah, bahkan aku selalu ketakutan tiap kali Papah pergi, jangankan ke-Luar Negeri, pergi ke Luar Kota pun sudah membuat-ku ketakutan setengah mati,.   Terkadang Jarwo ataupun Arno seringkali mencuri-curi kesempatan untuk sengaja menyentuh bagian-bagian sensitive-ku, sekedar iseng atau entah apa maksud-nya, aku sebenar-nya tak ingin menolak ataupun munafik atas kenikmatan yang pernah mereka berikan waktu itu, andai bukan karena harga diri-ku ataupun menyadari siapa sebenar-nya mereka?? Yang hanya orang dengan strata ekonomi yang jauh dibawah-ku,andai tak begitu mungkin tak akan ada rasa jijik yang muncul pada diriku, dan tentu-nya membuat aku tak lagi menolak bila mereka memang menginginkan-ku,..  Namun kenyataanya mereka ?? Mereka hanya kacung-kacung-ku , sungguh tak pantas bila aku harus terjebak dalam birahi mereka, untunglah selama ini mereka tutup mulut, mungkin mereka pun memang benar-benar tidak memiliki copy-an rekaman itu, yang tentunya membuatku ketakutan setengah mati tiap malam, membuat tidur-ku tak lagi nyenyak, bermimpi buruk atau berkhayal, membayangkan bila sampai kedua orang tuaku mengetahui apa yang pernah aku lakukan,..  Semua ini membuat-ku Paranoid tiap kali Papah pergi, apalagi kalau pergi dengan Mamah, aku tentu memohon-mohon berusaha untuk ikut, aku masih dapat mengingat dengan jelas betapa ketakutan-nya diriku tiap ditinggal oleh orang tua-ku..  3 hari lagi Natal, Sudah 2 hari Papah pergi hari-hari kulalui dengan penuh rasa takut, tiap saat bagaikan binatang buruan ketakutan dengan mata para serigala pemburu yang membuat-ku terus ketakutan meski dengan pintu kamar dan tirai jendela sudah ku-kunci,..  Rasanya sepasang mata terus saja mengawasi-ku, tiap ada kesempatan untuk pergi aku tentu selekas-nya meninggalkan rumah, baik dengan Mamah ataupun dengan teman, nyaris tiap Papah pergi aku menginap di rumah teman-ku, sebenarnya aku ingin tinggal di apartment milik keluarga kami, tapi tak tahu harus beralasan apa pada Mamah, namun walau aku terus meninggalkan rumah, tetap terdapat pula rasa khawatir dengan keadaan Mamah saat kutinggal dirumah sendirian, sehingga tiap kali aku menginap pun berulang kali aku menelepon Mamah dirumah, sekedar memastikan keadaan-nya..  Aku mulai jujur pada diri-ku, apa karena aku Jijik pada mereka , atau karena apa ?? aku mulai bertanya pada diri sendiri, aku tahu aku justru terstimulasi kenikmatan oleh pikiran-ku sendiri saat disetubuhi oleh orang-orang rendah macam mereka,..  Aku mulai sadar bukan kedudukan, profesi atau tampang mereka, namun aku takut,,, ketakutan bila sampai keluarga-ku tahu siapa aku, aku adalah seorang ” Cute Little Baby Doll ” dimata kedua orang-tua-ku, kesadaran itu yang membuat-ku takut untuk ‘bercinta’ dengan mereka, takut mengecewakan orangtua-ku, meski justru terkadang ada dorongan dari dalam diri-ku sendir yang ingin diperlakukan semacam itu, dikerjai oleh buah zakar-penis mereka yang begitu perkasa  Rasanya terkadang begitu aku mendambakan Jarwo atau Arno mengoyak tubuh-ku, meski aku lebih melihat Jarwo dengan buah zakarnya yang begitu besar dan kokoh, Hmmm rasanya benar-benar berbeda dari yang lain, mungkin andai kejadian itu tak terjadi dirumah, aku tak akan menolak mengikuti permainan mereka,.  Ya seperti kejadian waktu itu,  Saat itu aku baru saja selesai berenang sore, aku hampir rutin setiap hari-nya berenang santai, sekedar menjaga kondisi tubuh, dan merawat tubuh-ku, aku tak merasa kalau aku ini cantik seperti komentar-komentar teman-teman-ku, namun terkadang ada rasa takut untuk kehilangan pujian seperti itu,..  Entah, itu membuat-ku terus berusaha menjaa penampilan-ku, aku beruntung terlahir sebagai anak orang yang cukup berada, membuat-ku memiliki fasilitas kebugaran sendiri di rumah sendiri, kebetulan memang Papa-ku pun menyukai olahraga seprti ini, sehingga ia tak pikir super untuk membeli alat-alat kebugaran terbaik untuk di rumah, setelah sebuah kolam renang dan Track Jogging mengitari rumah kami,..  Tubuh-ku masih begitu basah saat aku naik ke atas dari kolam renang, aku mencari juice jeruk yang tadi dibuat-kan Bo Inem untuk-ku, ya sekedar menghapus keringnya tenggorokan-ku, aku mengambil handuk-ku mengeringkan tubuh-ku sedikit sebelum aku menuju ruang kebugaran yang masih satu area, tepat berada setelah kolam renang, terhubung dengan tangga sekitar 60cm-an dengan pintu kaca menghadap ke kolam renang, sehingga saat berolah raga disana kami dapat melihat pantulan cahaya matahari dari kolam renang,..  Aku sedang sibuk dengan peralatan Treadmill-ku saat tiba-tiba Jarwo memeluk-ku dari belakang, aku berusaha berontak dari pelukan itu saat aku mencaci-nya Jarwo malah tertawa-tawa,  ” Si Non, makin cantik dan sexy aja, apa lagi pake baju renang begitu,.. ” Jarwo terkekeh, matanya menelanjangi tubuh-ku, aku lupa untuk mengenakan kimono-ku saat menuju ruang kebugaran tadi, aku seperti lupa dengan dua serigala dalam rumah-ku ini, terlebih aku hanya menggenakan baju renang 2 piece berwarna hitam, kontras dengan kulit-ku yang putih, Jarwo seperti kesetanan penuh nafsu ingin menerkam-ku,..  Aku terpojok di sudut-an, sepertinya ia tahu kalau aku tak mungkin berteriak yang jelas akan memancing perhatian Mamah dan teman-teman Arisan-nya, jelas itu akan memalukan nama keluarga kami, Jarwo begitu pandai memanfaatkan kesempatan, tangan-nya mengapai tubuh-ku yang terjebak di sudut ruangan itu,..  Tangan-nya menyelip di Bra pakaian renang-ku yang sedikit kekecilan sehingga membuat Payudara-ku yang cukup besar itu terjepit dan terlihat lebih montok lagi,.. aku menundukan wajah-ku, tubuh-ku gemetaran, namun Jarwo tak perduli, wajah-nya senyum senyum sendiri dan sengaja memperlihatkan wajah begis-nya itu untuk-ku, aku melihat tangannya menyelip masuk tanpa aku dapat melakukan perlawanan sedikit-pun, aku pasrah saja saat tangan Jarwo merogoh-rogoh puting-ku itu meremas-remasnya masih di dalam baju renang-ku, aku mengigil sementara Jarwo begitu puas memainkan puting-ku,..  Berusaha mencari puting toket-ku, ia meremas-remas puting-ku, dan begitu mendapatkan-nya jarinya menjepit puting-ku itu sebelum meremas-remas seluruh permukaan puting-ku itu,.. tangan-nya yang satu menempel di selangkangan-ku, jari-jari-nya menusuk-nusuk membelah vagina-ku, kaki-ku rasanya begitu lemas diperlakukan seperti demikian, tanpa sadar aku merangkul tubuh Jarwo, lemas sekali, namun tubuh-ku serasa terbakar oleh remasan dan permainan jari Jarwo,..  Seolah tak sadar siapa diri-nya, Jarwo melumat bibir-ku. Ia mencium-ku, bibir tebal-nya membelas bibir mungil-ku, aku tak menolak ciumannya, apalagi saat jemarinya menyelip masuk diantara celana renang-ku, tubuh-ku bagai tersetrum saat merasakan jari Jarwo yang besar di mulut vagina-ku, aku merapatkan pelukan-ku lagi, aku mencium Jarwo, aku yang memulai untuk membalas ciuman-nya,..  Aku menggelinjang-gelinjang sementara jemari Jarwo membelah vagina-ku, basah oleh air kolam sedikit membantu Jarwo memperlancar jari-nya menstimulasi vagina-ku itu, vagina-ku masih kering karena belum terlalu terangsang, aku mendesis-desis dalam pelukan Jarwo yang berhasil menemukan clitoris-ku itu,..  ” Nikmat Non ?? ” Jarwo terkekeh lagi, melihat tubuh-ku yang menggelinjang-gelinjang tak karuan,.. Aku tak menjawab, namun kaki-ku yang menegang-negang dan terlihat resah adalah jawaban yang sebenar-nya, aku membenamkan wajah-ku ke tubuh Jarwo yang bau, namun seolah tak perduli, aku kembali mencium Jarwo tiap saat jarinya memainkan Clitoris-ku, aku takut desahan-ku terdengar keluar sehingga lebih baik mencium Jarwo daripada memancing perhatian yang lain,..  Jarwo menurunkan Bra renang kiri-ku, dan langsung melumat puting-ku, ia tahu aku begitu lemah saat puting-ku dilumat seseorang, Jarwo benar-benar ‘pandai’ memilih waktu saat Mamah arisan dirumah, membuat-kutak berdaya untuk melawan, lidah-nya bermain di puting puting-ku, melumat-nya sesekali mengigit atau menghisap-nya dengan lidah-nya yang tebal dia menyentil-nyentil puting kenyal puting-ku,..  Aku mengigit bibir bawah-ku sebagai satu cara lain yang sempat terpikir oleh-ku untuk tak lagi mendesah keras seperti kebiasaan-ku,..aku memeluk leher Jarwo menghindari tubuhku yang mulai limbung kehilangan keseimbangan, cairan vagina-ku mulai merembes keluar dari dalam vagina-ku membuat Jarwo kian gencar memainkan jemari-nya di vagina-ku,  Mendesis-desis tertahan meski dengan gigitan di bibir-ku, menahan untuk tak mendesah malah membuat-ku ngin mendesah lebih kencang lagi,. aku melihat dari pantulan cermin di ruangan itu, tubuhku yang sedang terjepit oleh Jarwo, dengan satu bra yang turun, dan tangan Jarwo yang menyelip di vagina-ku, sungguh kontras tubuh putih-ku bersalib dengan tubuh hitam Jarwo,..  Tak lagi hanya sekedar menyentuh-nyentuh ataupun memainkan bibir vagina-ku, kini Jarwo malah mulai memasukan jemari-nya membelah vagina-ku, mulai menusuk masuk, tangan kanan-ku reflek menahan jemari-nya yang ingin ia desak masuk,.. aku menatap lirih pada Jarwo,  ” Pak, jangan, nanti yang lain tahu ” pinta-ku ” Tenang aja Non,.. he he he ” Keinginan Jarwo tak dapat kutolak, aku jelas kalah tenaga dan hanya dapat membiarkan Jarwo mendesakkan jemarinya lagi ke dlaam vagian-ku,..  Aku dapat merasakan bagaimana jemari-nya itu seolah sebuah buah zakar yang masuk dalam vagina-ku, sedikit demi sedikit jari tengahnya itu masuk lebih dalam lagi, aku hanya dapat mengigit bibir-ku lebih keras lagi, sementara desahan-desahan pelan masih saja keluar dari mulut-ku,..  ” Emmm, pakkkk,. Uhhh,… ” Aku membisik di telinga Jarwo  Basah-nya vagina-ku oleh cairan cinta-nya membuat jarwo kian mudah mengerjai-ku jemari-nya tertambat dalam,, sebelum mulai bergerak naik-turun, seolah buah zakar yang sedang menyetubuhi-ku, kaki-ku menjadi begitu lemas, jemari-nya begitu cepat memuaskan-ku,. Aku memeluk Jarwo erat-erat, takut terjatuh, Jarwo pun memainkan lidah-nya di puting-ku membuat-ku kian terbakar,..  Aku tak sadar sudah berapa lama dikerjai dalam posisi ini, hingga tubuh-ku mulai menggelinjang-gelinjang, pantulan cahaya matahari senja, menyorot ke tubuh-ku yang basah, bukan lagi basah karena air kolam, namun oleh peluh-ku sendiri aku menjerit-jerit tertahan meski sesekali Jarwo melumat bibir-ku,..  Aku tak bertahan lebih lama lagi, tak ada gunanya aku bertahan, aku tahu Jarwo hanya ingin melihat-ku bergetar-getar Organsme, aku membenamkan wajah-ku dalam tubuh Jarwo, meraih sedikit dari baju lusuh-nya itu kemulut-ku, mengigit-nya, sesaat sebelum aku mulai tersengat oleh desiran-desiran organsme yang menyengat tubuh-ku,..  ” hmmmm ehmmmm,.. ” Bunyi kecipakan dari selangkangan-ku, cairan cinta yang menetes melewati paha-ku hingga tubuh-ku yang gemetaran, dan menggelinjang selama beberapa detik membuat Jarwo cukup puas,..  ” Nikmat non ?? he he he ” Ia meledek-ku, sementara mencabut jemari-nya dari vagina-ku, jari-jari yang basah oleh cairan cinta-ku,..Aku mengganguk, sambil melepaskan pelukan-ku, aku membenarkan posisi baju renang dan celana-ku, sementara Jarwo duduk di atas kursi.. Aku masih terengah-engah akibat organsme-ku barusan,..  Jarwo tampak puas melihat tubuh-ku yang tertunduk lemas, namun tampaknya Arno belum,.. Arno ?? Sambil membawa sapu ia menatap kami dari luar ruang kebugaran sebelum akhirnya masuk ke dalam ruangan itu,..  ” Sial lu Jarwo, ga bilang-bilang gue.. ” Arno tampak kesal ditinggal Jarwo menyantap-ku,.. ” Namanya juga ada kesempatan No,.. ” Jarwo mencari-cari pemantik api-nya, sementara rokok abang-abang-nya sudah menempel di mulut,..  Arno mendekati tubuh-ku yang berjongkok di pojokan, Ia mengamati wajah-ku yang berkeringat,..tiba-tiba ia berkata,.. ” Wo, pengen di kolam nich, kayak-nya asyik,.. ” Arno berseloroh,.. ” Ha ha ha, gila ide lu, tapi kayaknya asyik juga,.. “ Tentu aku mati-matian menolak, terlebih bila main didepan sama saja tinggal menunggu waktu Mamah menemukan aku dikerjai 2 kacung ini,..  Namun keduanya mengangkat tubuh-ku keluar, dan menyemplungkan-ku ke kolam dalam, masih dengan pakaian mereka, mereka pun ikut menyebur ke kolam renang-ku, aku tak berdaya di apit di kolam dalam ini, aku tak percaya mereka ternyata cukup mahir juga berenang, di bawah air mancur kepala singa sebagai ornament di kolam renang-ku itu, keduanya menjepit tubuh-ku ditengah-tengah,.. Tangan Jarwo bermain di bokong-ku sesekali menamparnya, meski tak berasa karena tertahan air,. Namun lidah Arno yang bermain di puting-ku terasa nyata, mulutnya yang tebal itu mencium permukaan puting-ku sebelum akhirnya ia pun kembali memelorotkan baju renang-ku itu,..  Tangannya meremas-remas putingku, sementara jari Jarwo dari belakang sudah kembali mendarat di selangkangan-ku tampaknya ia masih bernafsu membuat-ku mengejang-ngejang lagi seperti tadi, tak terasa aku makin terbakar dibuat mereka berdua ciuman mereka mulai kubalas, bahkan secara tak sadar aku meremas buah zakar Arno yang berada di depan-ku, buah zakarnya sudah mengeras, merasakan buah zakar-nya dibelai-belai oleh-ku, Arno malah mendorong kepala-ku turun, ia memelorotkan celana-nya di bawah sana, buah zakarnya yang keras itu menyembul keluar, sebelum kepala-ku diarahkan ke buah zakarnya, terpaksa aku mengulum buah zakar itu, bila tidak, Arno tak kan membiarkan-ku bernafas, aku mengulum buah zakar itu, perlahan, ingin cepat selesai dibantu dengan kocokan tangan-ku, seseklai aku mengulum buah zakar-nya sebelum kembali naik keatas mengambil nafas super,..  Jarwo pun kembali menarik celana renag-ku, ia mencari clitioris-ku dibawah sana, memainkannya sambil sesekali ikut turun menjilat vagina-ku itu, aku terlonjak-lonjak merasakan lidahnya menyapu bibir vagina-ku,..  Aku makin bergairah mengoral buah zakar Arno, terlebih Arno mulai melepaskan cengkramannya di kepala-ku hingga aku makin leluasa mengoral buah zakar itu,aku mendengar Arno mendesah-desah sementara buah zakar-nya ku-kulum dan kukocok-kocok,..  Tiba-tiba Arno menarik-ku, ia mengangkat-ku diatas sebatas leher, dada-ku sebelah kanan-ku masih tak berpenutup, aku melihat kearah pintu, Mamah menatap-ku sambil mendekat, aku panik tak tahu harus berkata apa ..  ” Jenni, kamu kenapa ?? ” Aku membenarkan posisi Bra-ku, secepatnya sebelum Mamah sampai ke tempat-ku,.. ” Itu Bu, tadi non Jenni keram,.. ” Jarwo beralasan, alas an yang masuk akal,.. ” Ya ampun Jenni, kamu gak apa apa , naik ayo naik,.. ” Mamah menyuruh-ku naik,.. Arno dan Jarwo membantu-ku hingga kepinggir kolam, aku harus berpura-pura seolah baru saja mengalami keram otot, berpura-pura jalan tertatih menuju kursi kolam renang, dibantu Mamah,..  ” Duh, kamu itu ati-ati kenapa,.. ” Mamah mengambilkan aku Orange Juice dimeja, dan menyuruh-ku mengenakan kimono yang tadi kusiap-kan,.. ” Pake ini, nanti kamu masuk angin,.. Masih perih ga sayang ?? ” Mama mengusap wajah-ku yang basah,..  Aku menggelengkan kepala, sambil meminum Juice yang diambilkan Mamah, ” Tadi-nya Mamah mau kenalkan kamu sama anak teman Mamah, itu disana, ” aku melirik sejenak, rasanya aku kenal wajah itu, ” Tapi gak jadi-lah, kamu lagi perih gitu,..Mamah anter temen Mamh dulu pulang ya,.. ” Mamah meninggalkan-ku sendirian, Jarwo dan Arno pun sudah tak ada di area kolam renang lagi,mereka tentu tak akan berani di depan Mamah,.. Tapi rasanya aku kenal lelaki tadi,.. Peter ??  Yang tentu aku masih dapat marilah saat itu, Jarwo berhasil dengan cepat membuat alasan yang membuat Mamah tak curiga, tapi lain kali belum tentu aku dapat seberuntung itu,..Aku merasa bersalah pada orang tua-ku, terkadang aku merasa diri-ku seperti seorang lonthe yang begitu mudah ditaklukan oleh kenikmatan seks..  Rasa bersalah itu yang membuat-ku makin sadar pada diriku, meski aku memiliki rasa takut bila sampai keluarga ku tahu, apalagi bila mereka terlibat dalam masalah ini, tapi aku mulai jujur pada diriku, bahwa aku memang mulai menyukai seks yang aneh-aneh, bukan sesuatu yang konvensional seperti biasa, tapi entah apa aku yang ‘sakit’ ?? atau semua wanita memang memiliki perasaan seperti ini ?? aku tak mengerti apa lagi yang aku rasakan namun kejadian beberapa minggu lalu itu membuat-ku makin binggung dan tersesat sendirian,..  Aku masih ingat benar, hari itu hari Senin, hari dimana semua orang di Jakarta ini berubah menjadi Super Sibuk, Jalanan Macet, sedikit malas sebenarnya untuk pergi ke kampus hari itu, apalagi mobil yang biasa aku gunakan sedang bermasalah,  ##  ” Mah, Jen ga kuliah ya ?? ” Rayu-ku, entah kenapa rasanya malas sekali untuk kuliah hari ini,.. ” Kenapa memang ?? ” Tanya Mamah-ku yang sedang sibuk membaca majalah ibu-ibu-nya ” Mobil Jen kan belum di-service, Mamah, suruh Jarwo gih benerin, kan takut ada apa-apa di jalan mah, kalo mogok gimana???.. Yaaa.. ” aku merayu lagi, sambil tersenyum manja,. ” Boleh, tapi hari ini gak boleh keluar ya,.. ” Mamah-ku gak kekurangan akal,. ” AAaaagghh.. Kan aku mau pergi tar,. ” Kesal juga sich, ada janji lagi sama teman-teman-ku, persiapan Tahun Baru-an, kalo gak boleh pergi kan repot juga,..  ” Yaahh, Mamah , tar kalo Jenni mogok di jalan gimana ?? “ ” Ya, kamu pake mobil yang laen lah, pake mobil Mamah sana,.. “ ” Pake mobil Papah aja ya,..?? ” Tanya-ku lagi,. ” Yawda iya, sekarang ganti baju sana, kamu pake mobil Papah yang lama ya,..”,” nanti jandah suruh Bok Inah siapin sarapan kamu ok. “ ” Iya dech iya,.. ” Aku pun bergegas ke kamar-ku,.berganti baju dan mengambil map kuliah-ku, kembali turun ke bawah, untuk sarapan corn flakes yang sudah di siapkan oleh bok Inah, lumayan buat sekedar ganjal-ganjal sarapan,..  Selesainya aku mengambil Mp-3 dari mobil-ku ke mobil Papah, ya tahu dech selera orang tua gimana, Gak ‘In’ banget gitu loh,..Sebenernya bukan aku menolak pakai mobil Mamah tapi kalo disuruh pake mobil Gede gini, mending pakai X-5 kan dari pada X-Trail, hehehe,.  Akhirnya aku pun kuliah sampai sore hari itu, bosen, ngantuk ya aku kan memang bukan Mahasiswi pandai dengan nilai tinggi, cukup sebagai mahasiswi dengan nilai C saja,yang penting kuliah lancar, toh bukan cuma aku satu-satunya mahasiswi yang otaknya kayak gini, he he he..  Ponsel-ku berdering,.. Felix, dia menanyakan apa aku jadi ngumpul, kulihat jam-ku, ya ampun dari sini ke sekitar Sudirman kan lama, apalagi jam sibuk seperti sekarang, Senin lagi, jam 3 aku mulai berhitung, Karawaci ke TA sekitar 30 menit, dari situ Tomang tentu sudah macet, aku pun bergegas berangkat, ya sebenernya yang paling malas itu menghadapi aturan 3 in 1 di sekitar situ,,  Tapi tetap saja usaha-ku gagal, mobil-ku ikut tertahan dengan mobil-mobil lain yang terkena macet ibukota,..Kesal sampai rasanya ingin menyalahkan dosen-ku tadi, rasanya kesel banget dech, pake segala kasih-kasih kuliah tambahan segala, bikin jam kuliah jadi molor begini, kalo gak kan ga akan kena macet kayak gini,..  Akhirnya terpaksa aku harus menggunakan juga Jasa Joki 3in1, perlahan ku kendarai mobil-ku di bahu jalan, ada mas-mas bertampang seram, Ga ah takut, Ada lagi ibu-ibu yang menggendong anak, kayaknya bau dech anaknya itu,..akhirnya di dekat lampu merah gedung JDC situ, ada 2 orang anak remaja sekitar 16-17 tahun-an, bukan melihat umurnya tapi aku melihat penampilan mereka yang cukup bersih, ini kan mobil Papah, kalo kotor jok-nya tentu ngomel-ngomel,. Jadi ku fikir lebih baik menggunakan jasa mereka saja,..  Aku pun menghentikan Mobil-ku di dekat mereka, menepi sambil membuka pintu kaca mobil-ku,.. ” Joki ?? ” Tanya-ku pada mereka ” Eh, eh.. iya.. ” Jawab yang berambut keriting, ” Sampai Sudirman mau ?? ” Tanya-ku lagi,.. ” Boleh,.. boleh, berdua kan ?? ” Jawab si kriting lagi,.. ” Yawda masuk,.. ” Aku memencet tombol sentral lock,.. ” Tapi ada yang mau ikut juga kak, bayar-nya cukup kami berdua aja, dia searah,.boleh ikut ?? ” si Jangkung akhirnya buka suara,.. ” Yawda, masuk aja sekarang, ada dimana orangnya,” Tanya-ku,.. ” Dekat ATM BNI kak,.. ” Jawab si Jangkung,.. ” OK dech, masuk ayo,.. “  Mereka berdua masuk ke dalam mobil duduk di jok belakang, singkat kata, yang berambut kriting tadi nama-nya Tono, kalau yang kurus jangkung itu , Dadan,.. sebenarnya aku mulai curiga dengan gerak-gerik mereka, mereka tampak terlalu sering berbisik, sambil berusaha mengamati diriku dari pantulan kaca spion,..  Aku pun memasukan Handphone-ku dalam tas dan memasukannya ke dalam DashBoard mobil, ya sekedar berjaga-jaga, teman-ku pernah kehilangan HP karena ulah joki 3in1 dulu, itu juga yang membuatku malas menggunakan jasa mereka,..  Tak jauh sampai ke depan ATM BNI, di depannya berdiri seorang bapak-bapak berusia sekitar 40-45 tahun-an, pakaian-nya lusuh sekali, aku berharap bukan itu orang yang ingin mereka ajak,..  Tapi tiba-tiba Tono menunjuk Bapak itu, sial sekali kayaknya hari ini, aku membayangkan bau tubuh bapak itu yang akan tertinggal dimobil, baju-nya berwarna hitam dekil, dengan celana super lucuh, rambutnya super tak terurus dan berjanggut tebal, belum lagi kumisnya yang melintang dengan seluruh bagian berambut yang sudah sedikit beruban,..  ” Itu kak orangnya, kasian dia teman kami, agak linglung begitu, kami mau pulang sekaligus ajak dia,.. ” Tono memelas, mungkin menyadari aku sedikit malas mengajak orang itu,.. ” Iya kak, maap ya ngerepotin.. ” Dadan ikut-ikutan,.. ” Yawda, yawda.. ” Aku menuruti keinginan mereka juga akhirnya Menepikan mobilku di bahu jalan, Dadan pun membuka jendela mobil memanggil kawan-nya itu, Tak lama orang itu pun mendekat, aku menyuruh orang itu duduk di jok depan, aku gak mau terlihat seperti supir tanpa seorang pun duduk di depan, namun itulah kesalahan-ku,..  Orang itu mengaku bernama Ujang, dari Seringbumi, terus saja berbicara padahal malas aku mendengarnya, aku pun memilih menyalakan lagu yang tadi aku pindah-kan dari mobil-ku itu, mudah-mudahan saja dia tahu diri dan berhenti berkicau,..  Untungnya dia masih sedikit memiliki otak juga, menutup mulut-nya yang bau itu, mana macet begini mendengar suara-nya membuat-ku bertambah kesal saja, aku ingin selekas-nya mengeluarkan mereka dari mobil-ku, tatapan Ujang itu gak biasa, seolah menerawang tembus dalam pakaian-ku yang sedikit ketat berbalut Cardigan berwarna merah muda,..  Risih sekali rasanya melihat mata-nya yang seolah tak pernah berhenti memandangi wajah-ku, apalagi dada-ku, itu membuatku berulang kali membenarkan sabuk pengaman-ku, sekedar taktik, untuk membuat-nya berhenti memandangi-ku terus menerus,. Memang sesaat cukup efektif untuk membuat-nya berhenti memandangi-ku,  ” Itu non, di depan tolong belok kiri ya ?? ” Entah mengapa aku menuruti saja komando Pak Ujang, memasuki sebuah jalan sepi diantara Gedung-gedung pencakar langit, sebuah gang sempit dan sunyi, kami berhenti di depan sebuah gubuk dengan sebuah warung yang sudah tutup,..  ” Makasih ya Non,.. ” Pak Ujang pamit setelah keluar dari mobil-ku, aku hanya tersenyum membalas-nya Dadan ikut keluar, mengantar Pak Ujang katanya,.. aku mengiya-kan saja, toh tak akan lama pikir-ku,..  ” Non, Ban-nya kempes,.. ” Pak Ujang tiba-tiba berseru,.. Aku melihat kondisi ban lewat speedometer-ku, hijau tak ada masalah, namun mimik Pak Ujang begitu meyakin-kan, aku pun keluar turun, mengamati ban kiri depan yang ditunjuk-nya, namun begitu aku menundu-kan kepala-ku dan melihat kondisi ban-ku, tiba-tiba sepasang tangan menyergap-ku dari belakang,..  Aku berusaha memberontak sambil melirik ke belakang, Pak Ujang ?? Tangan-tanagn kasar dan kuat itu menarik tubuh-ku, masih membekap mulut-ku dengan tangan-nya yang bau, aku berusaha memberontak, namun Dadan ikut membantu Pak Ujang sambil mengangkat kaki-ku, aku berusaha menendang-nya, namun kalah cepat dengan tangan-nya yang menangkap kaki-ku, mereka berdua menggendong-ku ke dalam gubug itu, sementara Tono membuka pintu gubug itu,..  Keduanya mengangkat-ku sebelum mendorong tubuh-ku ke atas sebuah sofa tua lusuh dan bau,.. aku menangis dan berusaha memberontak,.. ” Apa-apaan kalian ” Aku mencaci dalam tangisan-ku,.. ” Diem Non, kalau gak mau mati,.. ” Pak Ujang mengeluarkan pisau lipat dari kantongnya dan mengarahkannya ke leher-ku, aku tak lagi berani untuk berteriak, sementara Dadan dan Pak Ujang terkekeh, Tono menghilang entah kemana,..  ” Tolong, kalian jangan lukain saya, kalian boleh ngambil apa saja,.. ” Aku memohon dalam todongan senjata tajam,.. ” Tenang Non, kita juga gak bodoh dengan mengambil mobil mewah Non, sebentar juga tertangkap,.. tapi kami mau kenag-kenangan yang lebih dari Gadis secantik Non, cantik, cantik sekali,.. ” Tangan Pak Ujang mengusap-usap wajah-ku menimbulkan rasa yang begitu menjijikan sementara wajahnya yang seperti orang ling-lung tadi sudah menghilang berganti dengan wajah yang begitu bengis,..  Tangan-nya membelai wajah-ku dari kening hingga kedagu, seperti sedang mengagumi sesuatu,.. ” Mulus Banget Dan, gila jerawat aja gak ada,.. ” Pak Ujang berkomentar,.. sementara air mata-ku terus mengalir,..  ” Pak lepasin saya .. ” pinta-ku lagi, namun dijawab-nya dengan sebuah tamparan di wajah,.. Aku menjerit teriak-teriak, namun Pak Ujang membalas tangisan-ku dengan melepas-kan celana lusuhnya, berikut dengan celana dalam-nya, buah zakarnya sudah megar keras, tak seberapa besar namun begitu berurat, baru aku melihat lirih ke buah zakar itu, Pak Ujang dibantu Dadan sudah memaksa-ku menelan buah zakar itu,..  Dadan memaksa-ku membuka mulut-ku sementara Pak Ujang menarik wajah-ku kearah buah zakar-nya,.. aku tak dapat menutup mulut-ku karena tangan Dadan yang mencengkram dagu-ku, perih…, namun terlebih bau buah zakar itu sudah demikian menusuk dan masuk dalam mulut-ku, terasa buah zakar itu begitu asin keringat bercampur dengan sedikit cairan dari buah zakar itu, jijik sekali, begitu berurat terasa dari lidah-ku yang terpaksa menyentuh buah zakar itu dalam mulut-ku yang mungil,..  Pak Ujang menarik-narik rambut-ku sambil berusaha membenam-kan buah zakarnya makin dalam di mulut-ku, bulu-bulu kemaluannya sesekali menempel di pipi-ku menimbulkan rasa jijik yang luar biasa namun terlebih bau-nya seperti bau pesing, rasanya ingin muntah namun aku terpaksa mengikuti kemauan mereka,..  Sementara Penis itu mengetar-getar dalam mulut-ku, aku terpaksa sesekali menghisap-nya bila tak ingin Pak Ujang menampar-ku lagi,.. ia berulang meminta-ku menghisap buah zakar itu, sesekali pula ia menarik buah zakar-nya dari mulut-ku, memintaku menggunakan lidah-ku membelai seluruh batang kemaluannya, aku memainkan lidah-ku sesekali menghisap buah zakar-nya membuat Pak Ujang melayang nikmat,.. sebelum kembali harus melihat buah zakar itu dalam mulut-ku,..  Dadan bukan orang yang dapat diam menyaksikan seorang cw tak berdaya dalam pelukan Pak Ujang, tangan-nya malah sudah merogoh puting-ku, ia membuka kancing cardigan-ku berikut dengan kemeja putih yang aku pakai, puting-ku menyembul keluar meski masih tertahan oleh Bra-ku yang berwarna putih berstrip kemerahan, Ia menarik penutup bra-ku mencari puting toket-ku yang berwarna merah kecoklatan, tangannya menarik-narik puting puting-ku itu, atau menjepitnya dengan dua jari, aku menarik nafas super, aku begitu terangsang oleh siapa-pun yang memainkan puting-ku demikian rupa,.  Aku masih harus tetap mengoral buah zakar Pak Ujang dalam mulut-ku tangan masih menarik ulur kepala-ku, menghantam-hantam-kan buah zakarnya dalam mulut-ku sambil terpaksa meremas-remas buah zakarnya sesuai apa yang diinginkan-nya, bau namun aku harus tetap melakukan apa yang mereka ingin-kan, mereka bukan Jarwo orang suruhan Papa, mereka penjahat yang dapat saja membunuh-ku tanpa sedikit pun rasa bersalah,..  Penis itu keluar masuk dalam mulut-ku, begitu juga tangan-ku yang harus meremas-remas buah zakar-nya, meremas perlahan sambil menyentil-nyentil ujung kemaluan Pak Ujang dengan lidah-ku, aku tersentak kaget saat merasakan lidah yang begitu tebal menempel di puting-ku, menghisap-nya sesekali mengigit-nya perlahan, nyaman sekali, memaksa birahi-ku untuk naik,..  Tiba-tiba Tono masuk membawa beberapa tumpukan kardus bekas,.. ” Eh gila, gue maen ditinggal aja,.. ” Protes Tono, sambil melempar tumpukan kardus itu ke atas lantai dekat kami,.. ” Baru, baru juga mulai Ton, gila toked-nya jumbo, kenceng lagi,.. ” Dadan berkomentar,.. ” Mana-mana sini gue rasain juga,.. ” Tono meremas puting-ku,.. ” Hmmmm,.. ” Aku mendesis merasakan remasan perlahan namun bertenaga itu,.. ” Seneng dia Ton,.. Ha ha ” ledek Dadan ” Liat-liat nich Dan,.. ” Tono merenggangkan kedua paha-ku hingga mengangkat, mengangkat rok pendek-ku keatas hingga membuat celana dalam-ku terlihat oleh mereka bertiga, wajah-ku merah padam, namun Pak Ujang tak dapat menahan lebih lama merasakan aku berhenti mengoralnya,..  ” Yang ini jangan dilupain Non,.. ” Sentak-nya sambil memaju-mundurkan kepala-ku selaras dengan buah zakarnya yang maju mundur,..  Entah tangan siapa, karena aku terlalu sibuk dengan buah zakar dalam mulut-ku itu, tangan itu menempel mengikuti jalur belahan vagina-ku, masih diluar celana dalam-ku,jemari itu sesekali didesak-desakan masuk, namun juga berulang kali mencari clitoris-ku dan memainkan jari-nya disana,..  Aku tersekiap kaget saat salah satu diantara mereka menarik celana dalam-ku keatas, merembes masuk membelas vagina-ku, aku merasakan bagaimana seluruh permukaan vagina-ku tertahan oleh celana dalam-ku, mulai dari clitoris sampai ke bibir vagina-ku,.. Lidah mereka berdua menempel di pinggiran-nya, seolah berlomab memuaskanku, sambil tangannya menarik-narik celan dalam-ku berusaha memuaskan-ku lebih lagi, aku tak berdaya dengan kenikmatan yang mereka berikan, rasanya seluruh clitoris-ku ditekan-tekan dengan rasa nikmat selanjutnya dari sentuhan jemari,..  Lidah mereka yang menyelusur mulai dari paha-ku hingga kebibir kemaluan membuat tubuh-ku kian sensitife terbakar kenikmatan birahi yang tak tertahan, aku mendesah desah nikmat, kulampiaskan ke buah zakar Pak Ujang yang kuremas-remas perlahan sambil tetap mengoral buah zakarnya dengan semua cara yang kutahu,..  Pak Ujang tiba-tiba mendorong-ku ke bawah, aku terjatuh ditumpukan Karton yang tadi dibawa oleh Tono,.. mereka bertoga langsung menerkam-ku bagai orang yang kesetanan, tangan-tangan kasar itu bergantian meremas-remas puting-ku, sementara Pak Ujang menarik lepas Cardigan yang tadi kukenakan, sebelum beralih mencabut pengait bra-ku dari belakang,..  Dadan membantu dengan membuka kancing kemeja-ku satu persatu sebelum melemparnya entah kemana,.. Tono tiba-tiba berpindah kebelakang ia menarik kedua tangan-ku ke atas, membuat-ku tak mungkin memberontak dalam kunciannya, tangannya mengarahkan wajah-ku ke selangkangan Pak Ujang, buah zakarnya yang masih begitu keras, kembali didorong masuk dalam mulut-ku, aku tak dapat menolak, kembali aku mencerna buah zakar bau itu, lidahku kusapukan keseluruh permukaan buah zakar itu, mulai dari buah zakar-nya hingga ke seluruh batang kemaluannya,..  Tangan Dadan meremas-remas puting-ku tampaknya ia begitu menyukai bentuk puting-ku itu, ia menghisap di puting-ku menjilati seluruh permukaannya sambil masih terus meremas-remas puting puting-ku,..  Penis pak Ujang mengeletar-geletar tak karuan, maju mundur sesuai dengan keinginannya, aku tak berdaya untuk dapat menentukan irama-ku sendiri, sementara dari belakang Tono mulai melepaskan kunciannya dan tangannya menempel di bibir kemaluan-ku, tangannya berusaha mencari clitoris-ku memuaskannya dengan sentuhan-sentuhan jemari-nya yang kasar, mengaduk-aduk vagina-ku tak karuan, namun sesekali sentuhan tangannya tepat menekan di clitoris-ku membuat-ku tak tahan untuk tak mendesah,..  Tangan Pak Ujang masih menekan kepala-ku, membuat-ku hanya dapat mengikuti kemauan-nya mengoral buah zakarnya, aku membulatkan tekad untuk mengakhiri ini secepatnya, aku menghisap buah zakar itu kuat-kuat, hingga membuat lesung pipi-ku kian menonjol, Pak Ujang mendesah keenakan melihat hisapan-ku, sambil terus memaju mundurkan buah zakarnya dalam mulut-ku, aku menggunakan tangan-ku untuk mengocok buah zakarnya,.. tak lama buah zakar dalam mulut-ku itu mulai berdenyut, aku berusaha menarik mulut-ku dari buah zakarnya, namun Tangan Pak Ujang menahan usaha-ku,..  Aku tinggal menunggu waktu saja saat buah zakar Pak Ujang mulai menembakan sperma-nya dalam mulut-ku, buah zakar itu bergeletar-geletar, terutama urat-uratnya yang serasa berdenyut, sebelum akhirnya sperma Pak Ujang mulai meleleh dalam mulut-ku,.. sebagian menembak langsung dalam tenggorokan-ku membuatku terpaksa menelan sperma itu, sementara sebagian selanjutnya kutahan dalam mulut-ku,..  Pak Ujang melolong nikmat, sementara buah zakarnya mulai layu dalam mulut-ku, kepala-ku langsung menunduk sesaat setelah Pak Ujang melepaskan cengkraman tangannya di kepala-ku, aku membuang sperma-sperma yang ada dalam mulut-ku, namun tiba-tiba Pak Ujang menampar-ku lagi,..  ” Kenapa dibuang ?? ” Sentak-nya. ” Telan !!! ” Ancamnya lagi, aku terpaksa menelan sperma-nya yang masih ada dalam mulut-ku, perlahan cairan kental itu terpaksa kutelan, Pak Ujang meminta membuka mulut-ku lebar-lebar memeriksa apa masih kusembunyikan spermanya yang begitu banyak di mulut-ku, ia tampak puas, namun belum melepaskan-ku,..  Jemari Pak Ujang mengais di tanah, diambilnya sperma yang tadi kumuntahkan dan kembali diselipkan dimulut-ku dengan jemarinya, aku terpaksa menggunakan lidah-ku menyapu bersih jemarinya yang berlumuran spermanya sendiri yang tadi kumuntahkan hingga 4 kali,..  Ku kira semua selesai sampai disini, namun Tono dan Dadan tak mau ketinggalan, dipelorotkan celana lusuh mereka, buah zakar mereka menggantung di hadapan-ku,.. Penis Dadan yang super membuat-ku terbelalak tak percaya, buah zakar itu begitu super, meski tidak tebal, seperti tubuhya yang kurus, sementara Penis Tono terlihat Normal, meski agar sedikit bulat besar,..  Dadan terlebih dahulu menarik kepala-ku kearah kemaluannya, aku terpaksa membuka mulut-ku lebar-lebar, sementara buah zakar itu perlahan masuk, tak sampai setengah karena ukurannya yang super sekali, Dadan tampaknya tak puas, ia terus menyodok-nyodokan buah zakarnya, aku berusaha menggunakan tangan-ku menahan pinggulnya namun aku tak berdaya, ia masih terus berusaha menyodok-nyodokan buah zakarnya, hingga ke tenggorokan-ku, aku pun terbatuk-batuk, untung Dadan melepaskan-ku yang sedang terbatuk..  Aku menatap Dadan kesal,..Ia terlihat seperti orang tak berdosa dan malah berkomentar,.. ” Kepanjangannya ya ?? ” Tono dan Pak Ujang yang kini duduk di atas sofa hanya terkekeh melihat aku yang masih terbatuk-batuk,.. belum reda batuk dan rasa gatal di tenggorokan-ku, Tono menarik-ku dan mendorong buah zakarnya dalam mulut-ku, aku berusaha membuka mulut-ku lebar-lebar karena buah zakar Tono yang sedikit gendut seperti perutnya yang buncit,..  Sementara Dadan menarik tangan-ku meminta tangan-ku memberi jatah pada buah zakarnya yang super, aku mengocok-ngocokan buah zakar-nya dalam dekapan tangan-ku, sementara Tono sibuk menyodok-nyodokan buah zakar-nya dalam mulut-ku, dada-ku pun masih menjadi mainan Dadan, puting-ku diremasnya berulang-ulang sambil memainkan putingnya, menarik-narik semaunya membuatku merintih perih bercampur nikmat diantara buah zakar Tono,..  ” Gantian Ton,.. ” Pinta Dadan, sementara Tono melepaskan tangannya yang menahan kepala-ku, gantian tangan Dadan yang mencengkram wajah-ku aku bersiap menerima buah zakar Dadan yang super itu, aku membuka mulut-ku mengikuti buah zakar-nya yang perlahan masuk dalam mulut-ku kubuka mulut-ku lebar-lebar, kali ini kau menahan sebagaian buah zakarnya dengan tangan-ku aku berusaha menahan agar tak tersodok terlalu dalam, aku mengoral ujung buah zakarnya sambil mengocok batang kemalauannya yang begitu super, perlahan aku menggoral buah zakar itu, kuhisap kepala kemaluannya yang membuat Dadan mekiik nikmat,..  ” Oughhhm gila enak,.. ” Dadan mengomentarai apa yang kulakukan,.. Kepala buah zakarnya kusapu-sapu dengan lidah-ku sementara buah zakar-ku sementara batangnya kukocok-kocok, menelisir buah zakarnya dengan tangan-ku,..  Tiba-tiba Tono menarik tubuh-ku, Dadan pun memprotes yang dilakukan temannya itu, namun tak lama Dadan tersenyum,.. Keduanya menahan tubuh-ku telentang menghadap langit-langit yang gelap itu,. Kedua kaki-ku dtekuk sebelum di tahan oleh Pak Ujang hingga sebatas wajah-ku, vagina-ku menghadap keatas, kulihat wajah jelek Dadan, dan rambut Kriting Tono di depan kemaluan-ku, keduanya terkekeh melihat-kuyang tak berdaya dalam dekapan ketiga lelaki jahat ini,..  Dia menarik lepas celana dalam-ku, perlahan diloloskan melewati paha-ku hingga melewati ujung kaki-ku, kini selangkangan-ku bugil tanpa penutup, aku diam dengan air mata yang mengalir di wajah-ku, kulihat buah zakar pak Ujang yang kembali mengeras setelah wajah-ku, namun aku tercekat kaget saat jemari Tono diamblaskan ke mulut vagina-ku,..  ” Oughhhhh,.. ” Aku melolong hebat, sementara Tono terkekeh mendorong tangannya tenggelam lebih dalam lagi,.. Dadan tak hanya menyaksikan yang dilakukan oleh temannya, ia pun ikut membenamkan jari tengahnya dalam kemaluan-ku, aku merintih menahan perih merasakan kedua jemari itu yang masuk dalam-dalam di kemaluan-ku,..  Aku memejamkan mata-ku, namun perlahan rasa perih itu pudar oleh rasa nikmat, terlebih saat jemari keduanya mulai mengobok-obok kemaluan-ku, aku dapat merasakan perlahan vagina-ku mulai mengeluarkan cairan peluamas yang memudah-kan jemari keduanya untuk bergerak gerak dalam kemaluan-ku itu,..  Entah jemari siapa yang menyentuh titik GSpot-ku, aku mendesis nikmat beriringan tubuh-ku yang bergetar,.. tono ternyata yang menyentuh bagian sensitive-ku itu, terbukti ia tertawa melihat reaksi-ku, jemarinya kembali digerakan menyentil-nyentil titik kenikmatan-ku itu, sambil tangan Dadan yang berpacu keluar masuk dengan cepat dalam vagina-ku,..  Cairan cinta-ku mulai meleleh sedikit keluar membasahi bibir vagina-ku yang berbulu halus tak lebat,.. Wajah Pak Ujang tampak puas melihat reaksi-kuyang hanya dapat melenguh-lenguh hebat, tangan kedua anak buahnya begitu lihat mengerjai tubuh-ku,. Sementara Pak Ujang sendiri menahan kaki-ku yang terus bergetar sejurus birahi-ku yang makin memuncak,..  Tak perlu lagi jamahan di puting-ku, aku terlontar nikmat oleh permaina jari dua orang ini, tubu-ku mengigil nikmat, GSpot-ku tak pernah lepas dari jamahan keduanya, aku meraih mencoba meraih buah zakar Pak Ujang dengan lidah-ku,..  Pak Ujang terkekeh melihat apa yang kulakukan,.. ” Mau non,.. ” Suaranya seperti mengejek-ku,.. Aku enggan menganguk, beruntung tak lama Pak Ujang menyodorkan buah zakarnya ke mulut-ku, aku pun kembali melihat buah zakar berurat itu dalam mulut-ku,.. Jemari Dadan dicabut oleh pemilik-nya, namun aku kembali mendesis nikmat, meski buah zakar Pak Ujang menahan desahan-ku, lidahnya yang tebal dengan bintil-bintil yang besar menyentuh kemaluan-ku membelah vagina-ku sambil menyapu seluruh permukaan-nya yang sudah cukup basah oleh cairan cinta-ku sendiri,..  ” Tipis ya bulu-nya Dan,.. ” Tono berkomentar,.. ” Iya Ton, tapi lihat belahannya jagi keliatan Merangsang,.. ” Lorohnya sambil tersenyum sebelum kembali lidahnya menyelimuti seluruh permukaan vagina-ku, tubuh-ku mengejang-ngejang nikmat sementara jemari Dadan bagaikan piston mengerjai keluar masuk dalam vagina-ku,..  ” Ughhh, hmmmm ahhh hmmmm,.. ” Aku mendesis nikmat tak tertahan, tubuh-ku terbakar, sementara Dadan dan Ujang menambah pacuannya memuaskan kemaluan-ku itu, aku mendesis super saat tubuh-ku tersengat oleh sengatan-sengatan Organsme,.  Sebelum akhirnya ketahanan-ku melemah sebuah sengatan dahsyat, denganan dengan desakan jemari Tono yang menyengat titik Sensitive-ku itu, tubuh-ku menngejang hebat sebelum akhirnya menumpahkan Organsme dahsyat yang membuat-ku kehilangan semua kekuatan-ku, cairan cinta-ku meleleh keluar yang membuat ketiga jahanam ini tertawa,.. sementara tubuh-ku bergemetar-gemetar karena serangan Organsme yang begitu hebat melanda-ku,..  Akhirnya setelah Organsme-ku mereda, aku menarik nafas super, tubuh-ku tergolek lemas di atas kardus,.. nafas-ku masih memburu, sementara 3 orang tadi masih terkekeh melihat tubuh-ku yang menggelinjang hebat tadi,.  Perlahan saat tubuh-ku kembali bertenaga, Tono kembali menarik tubuh-ku, aku kembali harus mengoral buah zakarnya yang bulat itu, kepala-ku dicengkram dengan kedua tangannya, sementara buah zakarnya masuk dalam mulut-ku, kuolah dengan lidah-ku sambil sesekali menghisapi-nya dengan buah zakar tertahan dalam mulut-ku aku memainkan buah zakarnya dengan tangan-ku, namun seseorang mengambil tangan-ku yang tengah memainkan buah zakar Tono dan membimbing-nya ke batang kemaluannya, buah zakar super Dadan, aku tahu dari ukurannya yang Wah,..meski aku tak dapat melihat pemiliknya karena tertahan oleh tangan Tono,..  Aku mengoral buah zakar Tono sembari mengocok buah zakar Dadan dengan tangan kanan-ku, kembali tanagn Dadan yang sembari tadi begitu rajin mengerjai puting-ku, meremas-remasnya sambil menarik-narik puting-ku,, ” Oughhh, hmmmm ” aku mendesis nikmat dibuatnya  Penis Dadan disodokan ke mulut-ku, bergantian dengan buah zakar Tono, keduanya seperti menentukan giliran bergantian menyodokan buah zakar-nya dalam mulut-ku, aku pun hanya dapat pasrah dengan desakan buah zakar kedua orang ini, sambil berusaha memainkan buah zakar itu dnegan lidah-ku dan hisapan-hisapan kuat yang membuat palung lesung pipit-ku makin dalam, aku berharap kegilaan ini secepatnya selesai,..  Penis Tono dalam kemaluan-ku terasa makin berdenyut-denyut, aku pun berusaha mengoral dan mengocok buah zakar Tono lebih banyak, buah zakarnya mengeletar-geletar hebat, dan berdenyut denyut sebelum akhirnya menumpahkan spermanya dalam mulut-ku, sama dengan Pak Ujang yang tak membiarkan kepala-ku menjauh, ia menahan kepala-ku hingga aku pun terpaksa menelan lumeran spermanya,..  Aku berusaha menahan jijik sambil berusaha menelan habis cairan kental itu,.. menelan spermanya yang banyak itu bukan perkara mudah, apalagi saat Dadan tak sabar lagi dan memaksa aku langsung mengoral buah zakarnya yang super itu, buah zakar itu kuhisapi sambil kukocok-kocok, kepala kemaluannya kumainkan dengan segala cara sebelum akhirnya kutambahkan lagi dengan lidah-ku yang membelai kepala kemaluannya dengan jilatan-jilatan terutama belahan di kepala kemaluannya itu,..  Kuakui buah zakar Dadan ini lebih perkasa dibandingkan buah zakar-penis lain, entah sudah berapa lama aku mengoral buah zakarnya namun belum ada tanda-tanda akan segera meledak, aku terus mengurut buah zakarnya sementara tangannya pun menarik-narik puting-ku, sesaat aku menggeletar saat seseorang mengangkat kaki-ku, bibirnya yang ditumbuhi kumis-kumis tebal menempel di kemaluan-ku,.. aku bergetar geli,.. namun mereda oleh kenikmatan yang diberikan lidah-nya yang membelai vagina-ku,..  Sementara Mengoral buah zakar Dadan dengan tangannya yang meremas-remas puting-ku, aku pun melihat Pak Ujang yang memainkan lidahnya membelai-belai bibir vagina-ku bukan hanya dengan lidahnya namun juga dengan tangannya yang memainkan clitoris-ku, menyusupkan lidahnya dalam-dalam di vagina-ku sampai menyedot-nyedot clitoris-ku yang membuat-ku mendesah tak karuan, tangan Dadan mengeloyot di dada-ku memainkan puting puting-ku sambil meremas-remas puting-ku,  Belum selesai buah zakar Dadan ku-Oral, Pak Ujang tampak sudah tak sabar lagi, ia mrndorong tubuh-ku jatuh, Dadan sempat protes namun diam melihat Pak Ujang memelototinya,.. aku tahu yang diinginkan bandot tua ini sekarang,..  Dia menarik pinggul-ku naik keatas pahanya, sambil mengerak-gerakan buah zakarnya di bibir vagina-ku, aku mendesis-desis nikmat melihat buah zakarnya yang menekan-nekan dinding kemaluan-ku sebelum perlahan buah zakar itu mulai melesak masuk, aku mendesis tertahan, perlahan buah zakar berurat itu masuk makin dalam, Pak Ujang tampak sedikit kesal namun melihat bagaimana sempitnya vagina-ku meremas buah zakarnya,..  Sodokan demi sodokan Pak Ujang berusaha menekan buah zakar-nya masuk dalam vagina-ku satu dua hentakan keras yang membuat-ku mekiik perih nikmat akhirnya membuat buah zakar Pak Ujang amblas seluruhnya dalam kemaluan-ku, sesaat didiamkannya melihat buah zakar-nya teremas oleh otot-otot vagina-ku,..  Sebelum akhirnya ia menyambar bibir-ku yang masihmendesah dengan bibirnya yang tebal dan bau itu, melumat bibir-ku, aku tak berdaya menolaknya aku membelas ciumannya terlebih saat ia mulai menggarap-ku membuat-ku tak mampu untuk menahan desahan-ku,…  Penis itu keluar masuk begitu cepat,begitu liar, apalagi gesekan urat-urat kemaluan Pak Ujang dengan kemaluan-ku yang menimbulkan kenikmatan selanjutnya, gesekannya membuat otot-otot kemaluan-kubegitu sensitive, terlebih saat buah zakar itu disodokan dalam-dalam aku menggelinjang tak karuan,..  Desahan-ku menggema keluar terlebih saat buah zakar Pak Ujang melakukan stimulasi di bibir kemaluan-ku, buah zakarnya hanya digerakan sedikit di bibir kemaluan-ku itu, membuatku begitu gatal berusaha merenguk kenikmatan yang lebih dari sebelumnya aku menggoyangkan pinggulku berusaha menghantamkan buah zakar itu masuk, namun Pak Ujang menahan apa yang kulakukan itu dan menahan buah zakarnya di mulut vagina-ku,..  Aku hampir hilang akal ingin merengkuh kenikmatan lebih lagi dari yang sudah kurasakan sebelumnya, aku ingin merasakan buah zakar itu secara penuh, ditengah rasa putus asa-ku akhirnya aku dapatkan juga apa yang kuinginkan, tiba-tiba Pak Ujang menyodokan buah zakarnya dalam-dalam ke kemaluan-ku, aku mekiik nikmat, tak cukup hanya seperti itu, ia kembali memacuku dengan Brutal, ia melepaskan ciumannya dari mulut-ku membuat-ku melolong super penuh kenikmatan..  Dadan maju dan mengangkat kepala-ku kepahanya, aku dapat melihat dengan jelas buah zakar Pak Ujang yang sedang keluar masuk begitu cepat tangannya yang memainkan Clitoris-ku, namun tiba-tiba Dadan menampar-ku dengan buah zakarnya, ia meminta-ku untuk kembali melanjutkan apa yang sempat tertunda sebelumnya,.. aku meraih buah zakar itu, kukocok dengan perlahan sebelum mulai kumasukan kemaluan itu dalam mulut-ku,..  ” Hmmm, Awwww ” Aku mendesis nikmat saat clitoris-ku distimulai denganaan dengan gerakan maju mundur Pak Ujang yang membuat-ku merintih keenakan, Penis Dadan kuoral semampu-ku tubuh-ku terlalu terbakar oleh buah zakar yang sedang keluar masuk dalam kemaluan-ku itu sekarang, aku menjerit-jerit nikmat seperti kebiasaan-ku yang begitu bising,..  Terlebih saat Tono ikut membantu dan meremasi puting-ku, aku mendesis-desis nikmat puting-ku dimainkannya demikian rupa, perpaduan antara permainan yang kasar dengan remasan-remasan mesra yang membuat-ku kian tak berdaya dalam dekapan dua orang ini, aku larut dalam larutan birahi yang kianmenenggelamkan-ku, aku menjerit-jerit nikmat meski ada buah zakar super Dadan dalam mulut-ku,..  Pak Ujang kian liar mengerjai-ku, tak perduli dengan kedua anak buah-nya yang sedang melihat tubuh-ku ia membalik tubuh-ku, memposisikan-ku dalam posisi Doggy dan menghujamkan kembali buah zakar beruratnya dalam kemaluan-ku, aku meringis nikmat saat kurasakan buah zakar Pak Ujang kembali masuk begitu dalam,..  ” hmmm Oughhh.. ” Tangan Pak Ujang meremas-remas puting-ku dari belakang, kembali ia memacu-ku, membuat puting-ku yang tak berada dalam gengaman-nya terlempar-lempar tak karuan,  Deburan-deburan gelombang Birahi mulai terasa dalam diri-ku, rasanya aku takmampu bertahan lebih lama lagi, terlebih buah zakar berurat itu makin liar mengerjai-ku ditambah lagi tamparan-tamparan dari Pak Ujang yang seolah menambah benaman kenikmatan dalam tubuh-ku..  Tangannya yang meremas-remas puting-ku kian membakar-ku, ditambah lagi Tono mengangkat wajah-ku yang tadi kutahan dengan lengan-ku, menyodokan buah zakarnya dalam mulut-ku,.. tangan Pak Ujang tiba-tiba menyelip dalam dubur-ku membuat-ku terlonjak kaget, tak dalam hanya sebatas ruas jari, namun tetap memberikan sensasi perih nikmat selanjutnya,.  Kian lama kian lancar ia menyetubuhi-ku terlebih dengan cairan vagina-kuyang meleleh keluar membuatnya makin lancar menyetubuhi-ku,.Aku menggaruk tak karuan saat kurasakan organsme-ku kian dekat, aku mendesah-desah meski dengan buah zakar terbenam dalam mulut-ku, hingga akhirnya aku menyerah dalam kenikmatan itu,…  ” ughhhhhh ” Aku mengigil nikmat, tubuh-ku gemetaran, pinggul-ku bergiyangtak karuan hingga akhirnya cairan cinta-ku meleleh sementara tubuh-ku masih mengejang gemetaran, aku mencapai puncak dalam keadaan buah zakar Pak Ujang masih keluar masuk dalam vagina-ku, gerakan Pak Ujang sempat terhenti oleh ketat-nya vagina-ku saat mencapai organsme tadi, namun kembali Pak Ujang memacu-ku beberapa saat kemudian, dalam derai tawa mereka bertiga,..  ” Masa semuda dan secantik Non kalah sama orang setua bapak… ” Ledek Pak Ujang, yang lain pun menimpali, namun aku tak begitu perduli terlebih buah zakar pak Ujang terasa begitu nikmat dalam vagina-ku terlebih urat-urat-nya yang membuat-ku kian blingsatan,..  Aku kini mulai menghantam-hantamkan pinggul-ku sendiri, aku ingin smeuanya cepat selesai, entah berapa menit kemudian hingga akhirnya buah zakar dalam vagina-ku itu kian mengeras, aku mempercepat gerakan-ku terlebih cairan sperma Pak Ujang mulai menetes keluar, beruntung ia tahu diri, dan menarik buah zakarnya dari dlam kemaluan-ku, ia mencari wajah-ku tampaknya ia begitumenyukai seorang cw menelan habis sperma-nya, aku pun membuka lebar-lebar mulut-ku, sementara buah zakar itu dikocok-kocok Pak Ujang di depan mulut-ku sebelum akhirnya melumer semua-nya dalam mulut-ku,.  ” Telen Non, telen ” Suruh-nya, aku pun berusaha mencerna sperma itu, perlahan ku hisap hingga habis sebelum akhirnya Pak Ujang meminta-ku membersihkan sisa-sisa spermanya yang masih menempel di buah zakarnya yang sudah layu,..  Lembek seklai, sisa keperkasaanya yang tadi nyaris tak terlihat, aku membersihkan buah zakar yang disunat itu dengan perlahan, sementara Pa Ujang sendiri mendesir-desir perlahan, mungkin kaku buah zakar-nya itu,.. Setelah selesai aku pun membaringkan tubuh-ku diatas Karton itu, letih sekali rasanya, aku ingin menarik nafas super, tubuh-ku sudah penuh dengan peluh, sementara dua anak berandalan itu mengelilingi-ku tanpa memperdulikan keadaan-ku yang sudah begitu kecapaian,..  ” Sekarang giliran gue ” Kata Tono sembari mengangkat pinggul-ku sebatas selangkangan-nya, tubuh-ku masih berada diatas lantai yang dingin, meski sebagian yang selanjutnya melayang di udara,..aku dapat merasakan bagaimana buah zakar-nya mulai menyeruak masuk dalam vagina-ku, Aku mendesah tertahan tiap kali buah zakar-nya masuk perlahan memberikan kenikmatan yang luar biasa ditengah rasa perih, dan rasa tak aman dalam posisi demikian, Tono pun tampaknya begitu melihat bagaimana vagina-ku menjepit buah zakar-nya  Penis Tono begitu keras menerusuk masuk dalam vagina-ku, buah zakarnya yang tidak super nmembuatnya menjadi keras sekali menusuk dalam vagina-ku, rasanya seperti sebuah tongkat masuk dalam vaginaku,..Aku hanya dapat menutup mataku melihat buah zakarnya dalam vagina-ku, demikian juga Tono yang begitu melihat himpitan otot-otot vaginaku yang membungkus buah zakarnya,..  ” Gila non, sempit, enak banget kayak berdenyut-denyut ” Tono begitu melihat bagaimana buah zakarnya teremas oleh vagina-ku,..Penis keras itu membelah makin dalam, sebelum akhirnya habis tertelan dalam vagina-ku,.. Tak lama Tono pun mulai memacu-ku..  ” Ohhh ughh hmmm ” aku pun makin sering mendesah sebelum dihentikan oleh Penis Dadan yang kembali masuk dalam mulutku, daritadi hanya buah zakar ini yang belum memuntahkan spermanya sekali-pun,. aku pun segera membalas buah zakar yang masuk dalam mulut-ku itu, sedikit mengurangi desahanku yang makin menggila, nikmat sekali rasanya, dikerjai oleh Tono seperti ini, buah zakar Dadan yang sedang mengangkang diwajah-ku membuatnya menaik turunkan pinggulnya seolah menyetubuhi mulut-ku,..  Tangan Dadan pun usil, sesekali mengerayangi vaginaku, tak perduli dengan buah zakar Tono yang bergerak keluar masuk, sesekali menampar-nampar bokongku hingga memerah Tono memacuku lebih kencang lagi, tanpa sadar aku membantunya mengoyongkan pinggulku ke menghantamkan buah zakarnya masuk lebih dalam ke vagina-kua..  Dadan tampak tak puas dengan oral seks yang aku lakukan, ia membopong ku naik dalam pelukan Tono, sebelum dari belakang ia ikut memeluk-ku, aku tersentak kaget saat buah zakarnya menyentuh-nyentuh lubang dubur-ku aku menjerit menolak, namun buah zakar itu mendesak masuk dalam anus-ku,..  Aku mekiik tertahan oleh rasa perih yang timbul, meski Tono masih menggarap-ku namun rasa perih yang timbul membuatku mulai menangis menahan rasa perih,.. aku melonjak-lonjak dalam pelukan Tono, aku berusaha menghindari sergapan buah zakar Dadan dibelakang, namun tak berdaya aku kalah tenaga dengan Tono yang sepertinya sengaja membiarkan-ku digarap demikian rupa oleh kawan-nya itu,..  Penis Dadan yang menyengat dalam anus-ku itu menekan masuk, aku merintih teriak-teriak memeluk Tono yang kugelayuti, perlahan buah zakar itu ditekan lebih dalam lagi, aku meringis teriak-teriak namun tak berdaya dalam dekapannya, aku mulai menitika air mata, rasanya perih dengan buah zakar yang seolah membakar masuk dalam anus-ku,..  Tono kembali menaik-mundurkan buah zakarnya dalam vagina-ku aku merintih teriak-teriak mengigit bibir bawah-ku, aku berusaha menahan rasa perih yang merobek-robek tubuh-ku ini, merintih lemas meski sesekali diselingi desah nikmat yang didapat dari Tono,..  ” Ughh hmmm ” Tiba-tiba Tono makin menggila mengerjai-ku, membat buah zakar Dadan yang sedang berusaha masuk, baru sebatas kepala kemaluannya itu tertarik keluar, aku merasakan begitu lega, rasanya udara membuat anus-ku sedikit dingin dan mengurangio rasa perih yang tadi begitu menguasai diri-ku,..  Aku memeluk Tono erat-erat yang membopong-ku ku sofa butut tadi,.. aku dijatuhkan diatasnya, sementara ia makin dalam dan cepat menyodok-nyodokan buah zakarnya, aku menceracau tak karuan, demikian juga Tono yang tampak begitu melihat jepitan buah zakar-ku,..  Bagaikan piston ia mengerjai-ku demikian dahsyat aku terkaget saat Pak Ujang kemabli meremas-remas puting-ku, sementara Dadan mengocok-kocok kemaluannya sendiri sepertinya ia begitu melihat bagaimana suara desahan-ku menusuk telinga-nya, aku tak berdaya untuk tak mendesah dalam kenikmatan sedalam ini,..  Aku menjerit-jerit tak karuan, sementara buah zakar Tono makin keras dalam vgaina-ku kurasakan ia mulai berdenyut dan mengeluarkan sedikit cairan sperma-nya, aku terlonjak kaget, aku takut kalau sampai ia memuntahkan sperma-nya dalam kemaluan-ku, aku tak mau hamil akibat ulah berandal seperti mereka,.  Kaki-ku dirapatkan oleh Tono, buah zakarnya yang begitu keras itu kian berasa di dalam sana, aku mendesis nikmat, tiap saat buah zakar itubergerak keluar masuk, malah aku merasa aku akan mencapai klimaks sebelum Tono, akutak ingin ditertawai oleh mereka bertiga lagi, apalgi saat aku dikalahkan oleh orang setua Pak Ujang tadi, Tangan Pak Ujang yang demikian Giat mengerjai Payudara-ku pun membuat aku makin blingsatan, tubuh-ku mulai mengejang-ngejang, terlebih dalam keadaan dirapatkan sperti ini, membuat relung vagina-ku kian sempit dan membuat buah zakar Tono yang demikian keras itu kian terasa,..  ” Ughhhh ohhhh,.. ” Tono mencabut buah zakar-nya dari vagina-ku ia mengocok-ngocokan buah zakarnya di atas perut-ku sebelum menumpahkan-nya diatas perut rata-ku,.. dia melolong hebat, aku merasa sedikit tenang, meski ada sedikit rasa tanggung tak dapat mencapai klimaks seperti sebelumnya, mungkin tertahan rasa perih dari anal penetration Dadan yang tak jadi tadi,..  Namun aku terlalu cepat menarik nafas lega, si psikopat Dadan rupanya belum cukup puas, ” Hey, itu udah mau sampai tolol… “ Dadan menghampiri tubuh-ku yang tergolek lemas di atas sofa, tangannya langsung menghantamkan dua jari dalam vagina-ku, aku melengking merasakan hemari Dadan dalam vagina-ku, ” Oughh Dan,,, awww ” Aku mendesah antara perih dan nikmat,.. ” Diem lu,.. ” jemarinya menghujam dalam kemaluan-ku keluar masuk begitubernafsu, membuat tubuh-ku kembali menggairahkan, sengatan-sengatan organsme yang tadi sempat buyar kembali menyatu, tubuh-ku kembali menggelinjang-gelinjang hebat sebelum akhirnya tubuh-ku kembali menegang hebat,..  Penglihatan-ku buyar, rasanya tubuh ini terhantam oleh kenikmatan yang begitu besar, bunyi kecipakan dari cairan kemaluan-ku yang mulai meleleh keluar dalam vagina-ku beradu dengan jemari Dadan yang sedang menyiksa-ku, Pak Ujang dan Tono pun tampak begitu melihat pemandangan yang terjadi di depan mata mereka itu,..  Tubuh cw muda yang terlonjak-lonjak di atas sofa lusuh dengan tangan seseorang yang sedang keluar masuk dalam vagina-nya memaksa cw itu mendesah-desah tak karuan, sementara tangan si cw yang berusaha menahan tangan berandalan itu tak kuasa menghentikan kemauan si berandalan,..  Seperti itulah tubuh-ku yang sedang dikerjai oleh Dadan demikian rupa, tak berdaya dalam dekapan tangan Dadan hingga membuat pemiliknya puas saat tubuh-ku gemetar hebat disertai lolongan super, tubuh-ku mengejang hampir setengah menit lamanya, sementara cairan cinta-ku meleleh ke atas sofa butut itu,..  Aku terjatuh ke atas sofa nyaris tak sadar-kan diri kelelehan, Dadan menarik jemarinya dengan penuh rasa puas, menarik tangannya dari kemaluan-ku, jemari yang penuh dengan cairan cinta yang lengket dan menyodorkannya kemulut-ku entah mengapa aku malah membuka mulut-ku dan menjilat sampai bersih cairan cinta-ku sendiri itu,..  Aku menarik nafas super, ” tinggal satu ” pikir-ku,.. ” dan semua selesai ” tubuh-ku rasanya begitu letih terlebih akibat serangan organsme yang terakhir, rasanya seluruh tulang ditubuh-ku rontok,..  Baru aku merasa sedikit lega, Dadan tak sabar lagi menunggu-ku, ia menarik tubuh-ku ke atas pelukannya, tangannya meremas-remas puting-ku sementara buah zakarnya mengacung tepat melewati bibir kemaluan-ku, kini aku dapat mengukur super buah zakar itu yang bahkan menyentuh pusar-ku, gila super sekali,. Aku tak dapat membayangkan bila buah zakar itu mengoyak-ku hingga penuh,.  Aku berada dalam pelukan-nya, aku dapat melihat wajah-nya yang jelek dengan jerawat-jerawat yang begiu besar dan berwarna merah, ditambah lagi tubuhnya yang kurus kering, Seolah tak jijik dengan ceceran sperma bekas teman-nya di dada-ku ia membekap-ku dalam pelukannya, lidahnya menjilati seluruh permukaan sepasang puting-ku,.. sementara tangannya yang lain sedang membimbing buah zakar-nya untuk masuk dalam vagina-ku,..  Aku mendesah pelan, saat kurasakan buah zakar itu mulai masuk dalam vagina-ku,. Terasa kepalanya mulai menyentuh bibir kemaluan-ku tu sebelum mulai masuk lebih dalam lagi,..Tanpa sadar aku mulai memeluk-nya, lidahnya masih begitu bernafsu menyedot buah dada-ku, aku menggelinjang-gelinjang merasakan bagaimana ia memainkan puting-ku dengan lidahnya,  Dengan pelukannya ia mulai menurunkan pinggul-ku turun menyambut buah zakar-nya yang ia tambatkan masuk, perlahan buah zakar-nyamulai tenggelam, aku dapat mersakan buah zakar itu tiap centi-nya mulai mengoyak tubuh-ku,.. Aku mendesis perlahan, buah zakar itu masuk kian dalam, aku merasakan lewat otot-otot vagina-ku yang merengang akibat terjangan buah zakar Dadan, Pak Ujang melihat bagaimana aku meringis, ia menghampiri-ku dan merebut mulut-ku, ia mencium-ku dengan penuh gairah, lidahnya memaksa masuk sedang tangannya mencengkram dagu-ku agar aku tak menghindari ciuman-nya,..  Belum lagi Pak Ujang puas menguasai penolakan-ku, Dadan tak menunggu hingga buah zakarnya amblas seluruhnya dalam vagina-ku sebelum mulai menyetubuhi-ku, tangannya mencengkram di kedua belahan bokong-ku sebelum ia mulai menyentak-nyentakan buah zakarnya dalam Vagina-ku,.. aku melolong hebat merasakan buah zakar Dadan yang seolah bertambah-bertambah masuk makin dalam tiap sentakannya,..  Tak terasa sudah hampir setengah dari buah zakar-nya yang masuk, aku mendesah terus tak tertahankan, apalagi Dadan terus menyusu di puting-ku membuat-ku benar-benar terbakar, aku tak menghiraukan Pak Ujang, namun tak perlu lagi takut dengan tamparannya karena tampaknya Pak Ujang dan Tono sudah cukup puas menyaksiakan aku melolong-lolong dikerjai oleh Dadan,  Keduanya tampak duduk tenang sambil sesekali tertawa cekikian, menyaksikan Dadan mengerjai-ku, mereka tampak puas seperti menyaksikan adegan film berahi, menyaksikan anak buah-nya sedang mengerjai seorang cw muda seperti-ku,.. cw muda ?? aku baru ingat dari perawakannya usia Dadan mungkin sedikit dibawah-ku, namun ia begitu mahir memainkan buah zakar-ku membuat-ku begitu terbakar,..  Lidahnya menciumi seluruh permukaan puting-ku, sementara pinggulnya menyentak-nyentak-kan buah zakar-nya dalam vagina-ku dalam-dalam, ditambah dengan goyangan tangan-nya yang mecengkram bokong-ku, membuatnya kian lama kian cepat mengerjai-ku,. Penis-nya keluar masuk kian cepat, membuat-ku terus menceracau nikmat,..  Tubuh-ku terasa terbakar tak karuan, birahi-ku tinggi sekali, tiba-tiba Dadan mengangkat tubuh-ku dan menurunkannya di atas sofa, buah zakarnya langsung disodokan di vagina-ku begitutubuh-ku mendarat di atas sofa itu,..  ” Awwwnnn, aghhhh ” Aku mendesah karena sentakan-sentakan keras yang dalam dari Dadan, ia menghujam-kan buah zakarnya berulang-ulang dengan sodokan-sodokan kuat yang membuat-ku kian tak berdaya dalam posisi ini,..Sodokan-sodokan kuat itu membuat buah zakar Dadan amblas seluruh-nya, aku menahan rasa perih di vagina-ku, Jemari-ku menempel di bibir Vagina-ku, sementara Dadan mengangkat satu kaki-ku yang tak lagi beralas kaki dan menjilati permukaan Kaki-ku,..  ” Anak ini gila,.. ” pikir-ku, lidahnya terasa membuat tubuh-ku menggelinjang geli nikmat, sementara kembali Dadan menggoyang pinggulnya menyetubuhi-ku, kian cepat dan dalam, pinggul-ku bergerak kesana kemari menahan nikmat, aku menjerit-jerit kesetanan, buah zakar itu bergerak begitu cepat membakar-ku, hingga aku akhirnya mencapai puncak kenikmatan-ku, tubuh-ku menggelinjang-gelinjang tak karuan, sementara Penis Dadan masih bermain keluar masukd alam vagina-ku, belum lagi reda organsme yang kurasakan barusan,..  Dadan menarik tubuh-ku kembali kepangkuannya, kali ini membelakanginya, Dadan membimbing buah zakarnya itu kemabli ke mulut vagina-ku, sebelum kembali menyentak-kan buah zakar itu masuk dalam vagina-ku, kepala Dadan menyelip diantara ketiak-ku, menciumi payduara-ku dari sampan, sementara tangan yang satu sibuk meremas puting-ku, tangan yang selanjutnya membimbing buah zakarnya yang super itu agar jangan sampai salah orbit,..  Aku mendesah-desah tak karuan, aku benar-benar hancur dibuat-nya jemari yang tadi membimbing buah zakarnya berpindah ke vagina-ku,ia mencari clitoris-ku dan memuaskan-nya dengan jemari-jemari tangannya,aku kesetanan dibuatnya, jemarinya yang memuaskan vagina-ku ditambah lagi buah zakarnya yang ditambatkan keluar masuk, membuat-ku melayang-layang tak karuan,..  Jemarinya menari-nari meremas vagina-ku, geli-geli nikmat, aku tak tahan dengan apa yang dilakukan-nya, tangan-ku berusaha menghentikan apa yang dilakuaknnya namun Dadan tak perduli dan masih terus mengerjai-ku dmeikian rupa. Aku melayang-layang, aku mencari pegangan sofa itu dan mengangkat tubuh-ku dengan kedua tangan menahan di sofa itu, buah zakar Dadan masih mengejar-ku, aku tak sanggup bertahan lama, lelah sekali lagi pula tak berguna, sementara aku terus mendesah, Pak Ujang dan Tono sibuk mentertawai aku,..  Dadan menagkap kedua paha-ku yang tadi kurenggang-kan, ia menangkapnya dan menjadikannya satu, sementara buah zakarnya masih digoyangkan demikian rupa, membauta kau makin blingsatan dibuatnya, sengatan-sengatan Organsme masih dapat kutahan, aku mencoba untuk tetap menguasai diri-ku sambil mencoba menahan organsme yang mulai naik lagi,,..  Begitu terasa buah zakar Dadan dalam vagina-ku membelah tubuh-ku hingga membuat-ku menceracau tak jelas, kian lama kian gencar menguasai diri-ku aku seolah tenggelam hanyut oleh kenikmatan yang diberikan oleh Dadan, tak berapa lama dalam posisi ini Dadan mendorongku turun,kembali ke atas tumpukan kardus bekas tadi, ia mengambil posisi Doggy, sementara buah zakarnya mulai menyeruak masuk lagi dalam vagina-ku, aku mendesis perlahan saat denganan puting-ku diremas-remas kasar oleh Dadan,..  ” Hmmm, ughhhh,.. ” Aku mendesah keras saat Dadan gencar menyerudukan buah zakarnya lagi dalam vagina-ku, aku membenarkan rambut super-ku yang sudah tak karuan, namun Dadan malah menarik rambut super-ku itu, menariknya sambil terus menyetubuhi-ku, aku mendesis perlahan, sementara kian lama Dadan kian cepat menyetubuhi-ku, aku tak berdaya dalam dekapannya,. Tubuh-ku sudah demikian lelah dan berkeringat, terlebih aku sudah kembali di ambang Organsme,..  Aku menjerit perlahan, saat Organsme itu tiba-tiba, kali ini Dadan tak bertahan lebih lama, otot-otot vagina-ku yang meremas buah zakar-nya didalam sana membuat Dadan memuntahkan spermanya dalam vagina-ku, banyak sekali entah berapa semprotan hingga akhirnya aku roboh ke atas kardus itu,..  Nafas-ku memburu, tubuh-ku begitu lelah, buah zakar Dadan mulai keluar dari tubuh-ku, mereka tampak mentertawai-ku, aku hanya diam kepalaku terasa begitu berat dan lelah, tanpa sadar aku tertidur kecapaian,..  Tersadar,..  Kulihat jam tangan-ku sambil memunguti pakaian-ku yang berceceran, aku mengenakan kembali pakaian-ku, cardigan-ku kugunakan untuk menghapus sperma-sperma yang menempel di tubuh-ku, aku berjalan keluar dari gubug itu, mobil-ku masih ada, aku membuka pintunya, tak ada yang hilang, setelah HP dan dompet-ku sepertinya mereka sempat membongkar dashboard mobil Papah, beruntung SIM dan STNK memang kutaruh di dompet khusus, sehingga tak terambil oleh mereka, kuambil air mineral dan meneguk habis isinya yang tinggal setengah, aku langsung berjalan pulang, lupakan semua janji dengan teman-teman-ku hari ini sudah cukup sial buat-ku,..  Aku langsung masuk ke kamar-ku dan membasuh tubuh-ku yang penuh dengan ceceran sperma kering, untung tak ada satu pun yang sadar dengan keadaan-ku ini, Mamah sempat mengetuk pintu tadi karena tak seperti biasanya aku tak mencium Mamah sesampai dirumah,. Mama menelepon-ku ke telepon di kamar Mandi yang langsung kuangkat, mungkin ia kawatir dengan keadaan-ku.. beralasan tubuh-ku berkeringat dan letih aku pun melanjutkan membasuh tubuh-ku yang memang benar-benar lelah,.  Kubersihkan semua bagian tubuh-ku, aku tak ingin ada sedikit pun sisa sperma mereka ditubuh-ku ini, Sebelum akhirnya aku merasa semuanya sudah bersih, aku pun mengeringkan tubuh-ku dengan handuk, aku berkaca di kaca kamar mandi-ku,. Aku menatap wajah-ku yang cukup cantik menurut-ku,..  Aku menahan rasa kesal, aku sedikit malu dengan diri-ku sendiri, sebelum kuseka air mata-ku yang menetes dan mengambil daster-ku dan mengenakan-nya tanpa Bra, aku keluar dan langsung tertidur lemas di kasur-ku yang empuk, aku terbangun sesaat saat Mamah membawakan-ku makan malam, Memang aku dapat merasakan kasih sayang Mamah yang begitu besar untuk-ku itu juga yang membuat-kutak ingin mengecewakannya,..  Aku begitu takut melukai hati Mama, aku masih terus menghindari Jarwo dan Arno, aku masih tetap seorang anak yang begitu menyayangi orang tua-ku, tak ingin mengecewakan mereka dan merusak keluara yang begitu sempurna ini,.hari-hari tanpa Papah dirumah kulalui dengan menginap di tempat teman-ku,..Namun hari itu aku terus mengkhawatir-kan Mamah, lebih dari biasanya, entah mengapa,..  Mama nyaris tak dapat kuhubungi, ku-telepon rumah, tak ada yang mengangkat mulai dari nomor khusus ke kamarnya, sampai ke 3 nomor telepon lain yang ada dirumahku, namun tetap tak ada jawaban,..  Aku mulai bertanya dalam kecemasan, kemana Bok Inem ? kenapa Bok Inem juga gak mengangkat telepon, sudah 3 jam berlalu aku terus berusaha menghubungi , teman ku pun sampai ikut-ikutan binggung, Ponsel Mama pun begitu, gak active membuatku makin bertanya dalam kekalutan…  Aku berusaha menghubungi beberapa teman lelaki-ku meminta-ku untuk mengantarku pulang, sungguh aku benar-benar takut untuk pulang sendiri, karena aku tahu Jarwo dan Arno tentu berada dirumah,.. Beberapa tidak dapat menemani-ku, mulai dari Randy, Very, dan Joy, yang terfikir dalam pikiran-ku tinggal Ryan, ‘mantan-ku’ itu, untung ia mau menemani-ku pulang,..  Tak lama setelah menjemput-ku di rumah Alvira, kami sampai dirumah, aku langsung berlari masuk seperti orang panik, aku mencari Mamah diseluruh rumah, mulai dari teras, dapur, ruang tamu hingga kamar-nya, namun tetap aja gak ada, Bok Inem juga hilang,.. Bertanya dengan Jarwo dan Arno pun percuma, malah mereka dapat ngelunjak, aku berlari ke garasi belakang ditemani Ryan, mobil X-Trail Mamah masih ada, aku mulai bertanya dengan penuh kekhawatiran,.  ” Kenapa sich Jen ?? Binggung amat ?? ” Ryan tampak binggung karena disuruh oleh-ku menemaninya berkeliling rumah-ku,.. ” Ah, gak Ry, nyokap gue, kemana ya ?? ” Aku menjawab,.. ” Gak coba telepon Handphone-nya aja ?? ” Ryan memberi saran. ” Udah Ry, dah gue coba, ga diangkat,.. “ ” Yawda, kita duduk aja di depan dulu ok, kita tunggu, gue temenin lu sampe nyokap lu pulang,.. ” kata Ryan sambil merangkul-ku, sambil berusaha menenangkan-ku,..  Bi Inah, pembantu rumah-ku yang lain pun tak tahu Mamah kemana, karena dia pembantu baru dengan dengan 3 pembantu selanjutnya, hingga dia tidak berani mengangkat telepon yang ada di rumah ini, hanya Bok Inem yang diizinkan oleh Papah untuk mengangkat telepon,..  Menurut Bi Inah, Bok Inem dan Mamah, sudah pergi dari pagi, membuatku bertambah khawatir saja, sudah jam 5an sekarang, Mamah belum juga pulang,..Untung Ryan masih mau bersabar menunggu, terus terang aku takut dengan Jarwo dan Arno yang terus mengawasi kami berdua, ya bahkan Ryan pun merasakan hal itu, dia sempat protes pada-ku karena kedua pembantu-ku itu menatap-nya seperti orang yang mengajak-nya berkelahi,..  Aku meyakin-kan Ryan agar tak memperpanjang masalah ini, aku bilang saja mungkin mereka cuma khawatir kalo Ryan macem-macem di rumah ini, aku berbohong pada-nya kalau dulu pernah ada yang kurang ajar pada-ku dirumah ini, hingga Papah menyuruh pembantu Pria dirumah-ku untuk mengawasi tamu lelaki yang datang,..  Untung Ryan dapat mengerti alasan-ku itu, dan tak memperpanjangnya, aku khawatir kalau saja Ryan gak terima dan mendatangi Jarwo dan Arno, yang membuat keduanya malah akan membuka mulut tentang “Kekotoran-ku” itu, Ryan orang lama yang baru, teman baru yang gak tahu kotor-nya aku sekarang, dan juga gak mungkin aku membiarkan Ryan tahu kalau aku pernah “melayani” mereka..  ” Kita tunggu 1 jam lagi, kalau nyokap lu belum pulang kita ke polisi OK.. ” Kata Ryan, menenangkan-ku, yang sendari tadi tampak resah dan hanya dapat menempelkan kepala-ku ke bantalan sofa,..  Tiba-tiba Ryan memeluk-ku dari belakang, membelai rambut-ku perlahan,. memindahkan kepala-ku ke dada-nya yang bidang, wajah tampan-nya penuh dengan rasa sayang, rasa sayang yang meluluhkan-ku dulu,..  Aku merasa begitu nyaman dalam dekapan-nya, aku merasa tenang dan terlindungi, meski hati-ku masih sedikit kawatir dengan keadaan Mama sekarang,.. Aku menutup mata-ku, aku ingin merasakan ciuman-nya, ciuman yang mesra seperti dulu,..  Ryan tentu mengerti maksud-ku namun mungkin ia ragu, aku tahu ia sudah memiliki pasangan saat ini, dan aku tahu Ryan bukan orang yang biasa menghianati pasangannya, apa aku terlalu nakal dan jahat?? Aku ingin memiliki dia sekarang aku ingin terus berada dalam dekapannya aku tak mau kehilangannya lagi,.  Aku terus menutup mata-ku meski sedikit menonton, aku melihat ia menundukan wajah-nya, ia mendekati wajah-ku, jantung-ku berdegup kencang sambil berharap-harap cemas, Ryan mendaratkan bibir-nya, di kening-ku, padahal aku berharap dalam dekapan dan mencium bibirnya sekarang, aku tak berani bermain lebih dari ini lagi, aku takut ia berfikir yang macam-macam.. aku hanya membenamkan wajah-ku lebih dalam lagi dalam pelukannya,..  Terdengar suara mobil yang terparkir di pekarangan Rumah, aku langsung melompat menuju pintu masuk, Ryan mengikuti-ku, namun langkah-ku tertahan, saat kulihat Mama turun dari mobil, aku tak percaya dengan apa yang kulihat,…

Foto: Vina  “La gmana jadinya” “Duch gue ga dapat Vin,..Cowo gue lagi nunggu nich” “Payah dech, Lu masih jalan ma si Jack?” “Iya, Ga tau dech gue…Liat nanti aja jadinya” “Kan gue dah bilang tuch cowo ga bener, masih jalan ma Lu aja dia udah macem-macem” “Iya gue tau, tapi kan itu baru katanya” “Udah cape dech, gmana lu aja” “Iya dech, ya gue cabut dulu dech ya, ga enak gue dia dah tunggu di Kost Vic” “Ok dech, bye-bye ati-ati lu,” Ya gitu dech Si Stella, cape gue dah di bilang kalo si Jack itu Cuma pengen make dia, daripada gitu mending kita morotin cowo-cowo kaya dulu, biasa minta ini, itu, ach,.. Asik dech, tapi gue gat au juga, pa gue mank bener-bener gak pengen dia dibego-begoin cowo, atau gue iri ma dia ya??   Ya gue ga mau munafik, mank bener sich semua orang juga tau kalo gue ma Stella bias dibilang cewe ga bener,..Ya kita mank suka manfaatin cowo buat kepentingan kita, tapi apa salah, cowo-cowo mata keranjang gitu Cuma pengen “make” kita doankz,.. Ya ga salah Tuhan dah ga ngasih gue Wajah ma Body yang jauh di atas rata-rata buat mikat cowo, Kalau semua yang diciptakannya itu baik, kenapa juga gue musti ngeras bersalah karena manfaatinnya..Bener gak??  Ya BT nich gue, mau ngajakin siapa temenin gue Jalan ya?? Hmm, coba gue ejak si Frans dapat gue porotin lagi, mudah-mudahan aja lagi ga ma si Stef dia.. Aku pun mencoba menghubungi Frans,..Ya sebatas miscall sich, tapi gue tahu, tentu langsung dibales ma dia, 1…2….3…  “Halo cantik, ada apa nich???” Sambut Frans… “Hehehe, gax da waktu ga ??” “Oooo, selalu ada buat bidadari-ku,…Mau kemana manis??” “Temenin yuk,..Mau ga?? Mau Ke Salon nich..” Rayuku.. “Ok, Kamu dimana?? Aku jemput dech,..” “Langsung aja kedepan, Udah disini koq..” “OK dech,..” Jawab Frans, sambil memutuskan hubungan telepon..  OK, masalah dah beres, dapat gue porotin lagi si Bego itu, hehehe,…  Tak lama, Mercedes C-class-nya hitamnya muncul, aku pun segera menghampiri mobil itu, dan segera membuka Pintunya, dengan senyum berahi dia sudah menyambut ku..  “Buru-bura gak??” Tanya ku basa-basi.. “Ah, gak koq, mau kemana aja tentu dianter..” Jawabnya.. “Temenin gue yuk, Mau Blow nich, kayaknya rambut gue juga dah ga bagus,..” “Hmmm, Ok dech, tapi kayaknya masih cantik dech,..” Biasalah, bajingan ini memang memuakan, dia ga pernah perduli ma cewenya, padahal cewenya cantik loh,..Ah mank gue peduliin, yang penting kan gue senang..  Mobil kami pun meluncur, tak lama kami sampai di Plaza Senayan, ya sengaja, setelah Salon disini udah langganan gue, ya abis ini kan gue dapat shooping, hmm, kayaknya lebih pantes dibilang morotin,..Hehehe..  Setelah 3 jam menunggu-ku Frans yang tampak kesal di ruang tunggu tadi karena menunggu ku, Creambath, Blow, sedikit Cut dan Mani-Padi, begitu melihat aku mendekat, wajahnya langsung berubah, seolah senang menunggu,…Aku pun berbasa-basi sedikit untuk menyenangkannya,.. “Lama ya??Sory..” Kataku manja,.. “Upz, koq sory, namanyajuga ke salon tentu lama, ga masalah donk”..Katanya..  Ya orang idiot kaya Frans ini memang paling gampang dimanfaatin, hehehe,.. Aku pun menghadap ke kasir, seolah-olah akan membayar tagihan Perawatan-ku,..Tapi sesuatu yang sudah kuduga datang,..  “Berapa mbak??” Tanya Frans sambil menyerahkan CreditCardnya.. “Jangan Frans,..” Pura-pura menahannya.. “Dah, ga Pa-pa,..Cuma segitu doank,..” “Kan Ga enak Frans” “Dah, tenang aja OK..” Ucapnya.. Ya akhirnya rencanaku berhasil, Salon pun dibayarin Frans, tapi itu baru awalnya, karena sekarang saatnya SHOPING.  Aku yakin dia tentu menyesal sekali, 3 jam tadi seharga Satu Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu, hehehe, dia ga tahu berapa banyak Vitamin yang gue minta, Bego kan..  Kami berkeliling, Remo, dan berbagai Otlet, berulang kali Frans berusaha mengengam tanganku, terkadang aku biarkan, tapi lebih banyak aku pura-pura lepas, Sepanjang jalan Frans selalu menatap Bokong ku dan Dada-ku, Sepatu, Tas, dan Sebuah Rok sudah berpindah ke-tanganku, ya tahulah duit siapa,…  Kami berputar selama, beberapa jam. Berulang kali Ponselnya berbunyi,.. Ya aku tahu tentu dari Cewenya Tuch, Kalo ga buat apa dia Bohong segala, pura-pura perih, hehehe,..Tak lupa, paket jalan-jalan ini ditutup dengan Paket Makan Malam Mewah,..Kami Selesai menyantap Eye-Ribs dan Sup Jagung ku,.. Aku mengajak Frans pulang, Berulang dia mengajak ku Nonton, tapi ya gue tahu maksud dia apa,..Jadi gue Tolak donk.Hehehe  Ya kira-kira 4 juta lebih milik Frans terbuang percuma hari ini, aku pun berjanji untuk Nonton lain kali, Ya sudah Jam 9 lewat ketika aku melihat Jam tangan-ku,.. Kami pun memutuskan kembali ke kampus, ya aku harus mengambil mobil-ku di kampus,..  Diperjalanan, Frans masih berusaha membuat janji tentu denganku, dia membuat pilihan Nonton atau Clubbing, ya aku pun memilih Clubbing Donk, kan lebih asik dari sekedar intip,…  Oh iya, lu belom pada kenal gue kan?? Gue Vina,..Umur gue 21 Tahun, Tinggi gue 168, berat 46 Kg … Gue juga rajin Fitnes ma Aerobik, biar badan gue tetep montok n sexy..hehehe..Mustinya gue dah mau lulus, tapi ya gitu, lu tahulah gue sibuk jadi ga sempet belajar, hehehe…  Setengah jam kemudian, kami pun sampai ke kampus, Frans mengantarku sampai, Mobilku yang diparkir di parker gedung,..Sepi sekali kampus,.. Dari jauh aku melihat sekelompok mahasiswa,..Ya itupasti Geng-geng Pribumi di kampus ini,  Ando Cs lah..Wew males banget ma mereka udah miskin, jelek ma item-item lagi.. Seseudah memanaskan Mobil Yaris-ku, Frans segera meninggalkan-ku dengan Mobilnya, Ya seolah dia menungguku sampai beres, baru dia pergilah,..  Baru sesaat aku memacu kendaraanku, di pintu depan Kampus, Pengemis pincang yang biasa dia di depan kampus melintas menghalangi jalan, ya ampun Udah ngesot lama banget lagi,.. Kesel aku menunggunya, Aku mengklakson berulang-ulang menunggunya melindas, masa gitu aja butuh 5 menit, dia berulang-ulang kali mengucapkan ampun disela-sela cacianku,..  Aku pun bergegas meninggalkan Kampus, kembali ke Rumah-ku, ya OrangTuaku terlalu sibuk mencari uang, Tapi mereka tetep aja ga mampu ngasih gue kehidupan Mewah,Jadi mereka tak pernah perduli aku pulang jam berapa juga..Bahkan terkadang aku tidak pulangpun mereka tidak pernah tahu..  Dibawah FlyOver Pluit aku merasakan BanMobil-ku Kempes..Sial tentu ada yang ngerjain gue nich,..Aku memberhentikan Mobilku,..Turun dan melihat ban Mobil sebelah kanan belakang kemps, untung tidak terlalu parah, aku pun kembali masuk ke mobilku, berjalan pelan, aku tahu beberapa ratus meter lagi ada sebuah bengkel tambal ban..  Tak lama Bengkel kecil itu terlihat, sebuah bedeng..Di depannya beberapa orang duduk smbil mengopi, ugh wajah mereka kampungan banget.. Aku terpaksa berhenti di bengkel itu, ban ku sudah tak dapat jalan lebih jauh lagi, apa lagi tak mungkin aku dapat mengganti ban mobil ku sendiri,..Ya aku pikir supaya cepat minta tolong mereka saja untuk mengganti ban-ku,…  “Pak, Tolong donk, ban saya kempes” sesampainya di bengkel itu. “Kenapa Neng,..Mau ditambal,..???” jawab bapak setengah baya yang mungkin pemiliknya “Ga usah pak tolong ganti ban serep aja, dapat??” “Oooh, Bisa neng ban-nya dimana?? Tanya bapak itu,.. “Dibelakang pak, dibawah,..” Jawabku, aku menyadari 2 orang pemuda dibelakang-ku terus menatapku diam-diam, Aku berdoa semoga bapak ini segera menyelesaikan pekerjaanya, Beberapa kali dia memintaku untuk duduk saja, Tapi ku tolak, ngeri lah pikirku..Ngeri ma 2 orang yang ada dibelakang..  Bapak itu beberapa kali menyuruh anak buahnya untuk membantunya, terkadang mereka tampak berdiskusi,..Aku sich tak terlalu memperdulikan perbincangan mereka, Toh buat apa juga..  Sekitar 15 menit akhirnya Ban ku selesai diganti oleh mereka,..Aku pun mendekat menanyakan biayanya.. “Dah beres pak??” “Sudah Non, Ban yang kempes dah bapak pasang lagi, nanti tambal aja, kayaknya bicirnya juga ga besar,..:” “Oh, makasih pak, Berapa ya??” “Ga usah non, kita ga minta duit, tapi butuh yang lain Non..” Mendengarnya jantungku langsung berdetak kencang, namun aku masih berusaha tenang.. “Mau apa pak??” “Kita pengen Non….:” Ujar salah satu dari pemuda itu..  Akupun berusah meronta saat mereka memaksaku masuk dalam bilik itu, Jalanan itu memang biasa Sepi, belum lagi jam segini yang membuat jalanan itu makin hening..Aku berusaha berteriak, namun tangan mereka menutup mulutku, Tenagaku tak mungkin dibandingkan dengan para lelaki ini…Akhirnya mereka berhasil membawaku masuk, dan segera menutup pintu itu,..  Mereka segera mengikat mulutku dengan selembar kain kotor,..Bau oli jijik sekali,..kemudian mereka mendorongku dan menjatuhkanku ke sebuah ranjang kayu tanpa alas…Bruk!!!!!!! Aku hanya dapat berteriak teriak-teriak namun terhalang oleh kain yang menutup mulutku,… “Udah Non jangan banyak teriak atau kita bunuh Non..Mau??” Kata salah satu pemuda..  Wajah mereka tampak tak main-main, wajah mereka tampak ganas bukan hanya 2 orang pemuda hitam itu, Bahkan Bapak yang tadi berwajah lembut kini raut mukanya berubah sanggar seperti yang lain.. Tatapan mata mereka yang penuh nafsu itu makin membuat nyaliku ciut aku hanya dapat memalingkan muka tak berani menatapnya, “Ngerti Gak!!!” mereka kembali membentak ku sambil melempar sebuah Tank ke sampingku…Aku pun hanya menganguk memelas.. Tiba-tiba tangan bapak itu menggerayangi paha-kuTangan bapak itu meraba naik hingga ke dadaku,…Bapak itu meremas puting kiri-ku.  Air mata-ku pun mengalir dan meronta minta dilepaskan. “Diem lu!!! Nanti juga enak ” sahut Bapak itu Pemuda yang sedikit gendut mulai menciumi pipi-ku, leher dan telinga-ku pun tak lepas dari incaranya, Hembusan nafas baunya dan lidahnya yang menyapu leher dan telinga-ku membuat-ku bergidik..  Pemuda itu meraih kepalaku dan memalingkanya dengan kasar dia menyibak kain yang tadi menutupku dan langsung mengempur bibir tipisku dengan kasar..Aku berusaha menghindar namun sebuah tamparan menerpa wajah-ku….  Pemuda Kurus pendek itu kini bersimpuh disampingku, dengan ganas dia menarik lepas Celana jeansku dan melemparnya, kinu celana dalamku dapat disaksikan oleh mereka, pahaku yang putih merangsang itu membuatnya makin bernafsu,..Tangan Pemuda itu kini sudah meraba kemaluannya yang masih tertutup celana dalam hitamku, jari-jarinya bergerak liar di sekitar belahan kemaluan-ku  Sementara bapak itu makin bernafsu meremasi puting Ku, kasar sekali permainan merka namun jertan teriak-teriakku tertahan oleh ciuman ganas dari si Gendut..Lidahnya mulai masuk disela-sela mulutku, menyapu seluruh bagian didalamnya.. Permainan kasar seperti ini belum pernah kurasakan sebelumnya..  Bapak itu mulai membuka kancing kemeja-ku satu persatu, setelah selesai dia langsung manarik lepas bajuku, kini tubuhku hanya tetutpi oleh BH dan Celana Dalam Hitamku… Bapak itu langsung membuka Bh-ku dengan menariknya kasar… Tubuh atas-ku tak menyisakan satu pun benang untuk menutupinya .. Payudaraku yang putih, kencang dan berputing kecoklatan itu membuat mereka tertegun, sama sepertiku melihat kelakuan mereka padaku..  “Wow, keren banget, memiliki Cina mank Beda ya Bos,..” Kata salah satu pemuda itu,.. Bapak itu segera memainkan dadaku dengan kasar ditariknya putingku dengan kasar sehingga membuatku mendesah tak karuan,.. “Hmmm…” Bapak itu dan pemuda Kurus makin ganas memainkan dadaku, diremasnya, sambil sesekali menjilat dan mengigit putingku…  “Coba kita liat bawahnya,” kata si Gendut,.. Tak perlu diperintah 2 kali, si Kurus langsung memelorotkan celana dalamku,..Kini tubuhku bugil total tanpa selembar kain-pun..Wajahku memerah menahan malu… Vaginaku yang ditumbuhi bulu-bulu halus membuat mereka makin bernafsu mengerayangi tubuhku dengan tangan-tangan kasar mereka,..Tangan si Bapak mulai memainkan Vagina-ku bergantian dengan Si kurus yang mendapat porsi lebih banyak pada dadaku, Si gendut masih bernafsu mencumbuku dengan kasar…  Pilinan pada putingku dengan sentuhan dan pijitan pada Clitorisku makin membuat Libido ku meningkat, aku tak mau mengakui namun tubuhku mulai terbuai melihat permainan ini…Tenaga mereka yang makin membuat ku pasrah melihat perkosaan ini…  Tangan kasar mereka membuat-ku mulai tak sanggup menahan birahi ku, belum lagi ketika Bapak itu mulai menjilati Vagina-ku, sapuan kasarnya ditambah kumis tipisnya yang menimbulkan sensasi berbeda membuatku makin tak sanggup membendung birahi ini..  Aku tak tahu berapa lama mereka mempermainkan-ku seperti ini, sapuan dan permainan mereka membuatkan makin lama makin tak berdaya,..Tak kusadari tubuhku mulai mengejang, otot-ototku mengeras lidah Bapak itu makin ganas menghisap Clitorisku,..Sampai akhirnya aku tak sanggup lagi menahan Organsme ini..  Cairan Organsme-ku mengalir deras di sela-sela Vagina-ku, Bapak itu hanya tertawa dan mendekatkan wajahnya ke telinga-ku seraya berbisik,.. “Masih gak mau Non??” ujarnya sambil tertawa.. Aku tak tahu laagi, wajahku memerah, aku tak pernah menyadari betapa menyedihkannya diriku sampai mau diperlakukan seperti ini, bahkan kalau mau jujur aku mulai melihatnya…  Si Bapak kemudian berdiri, aku berpikir dia akan melepaskan-ku, namun tiba-tiba dia memelorotkan Celana pendeknya yang lusuh itu. Penisnya yang hitam dan disunat dibagian depannya itu seperti helm, belum lagi buah zakar itu sudahmengeras dan bulu-bulu kemaluannya yang mulai memutih itu tampak kontras dengan kerasnya buah zakar itu yang tampak sangat kuat..  Si gendut pun beranjak meninggalkan Dada-ku, dia berpindak ke pahaku, dinaikannya kedua tungkai-ku ke bahunya, Lidahnya yang besar dan kasar itu mulai menyapu Bibir vaginaku, sesekali dia menghisap clitorisku keras yang membuat Vaginaku berdenyut dan membuatku melayang makin tinggi,..  Si Bapak sudah mendekatiku, si Kurus yang menggantikan posisi Gendut di bagian dada-ku, lebih sadis memperlakukan tubuhku, Ditariknya Putingku keras-keras yang membuatku berteriak tertahan, dia terus menghisap dan mengigit Vaginaku dengan Brutal, belum lagi Tangannya yang seolah tak pernah berhenti mengerayangiku,..  Bapak itu mendekat dan berkata padaku “Tau kan Non musti apa,..” Sambil menampar-namparkan Penis itu ke pipiku, Wekkk bau sekali, buah zakar itu bau keringat menyengat, aku pun berusaha menutup mulutku,..  Terus terang, aku memang penganut sex bebas tapi aku Jarang sekali melakukan Oral Sex, Jijik rasanya, aku hanya pernah melakukan sekali saat berlibur ke Paris dengan seorang Boss Tua, itu pun dengan sebuah ancaman yang membuatku terpaksa melakukannya..  Aku berusaha keras menutup mulutku kuat-kuat,Aku menahan desahan yang menyiksa ini sebisaku Bau buah zakar itu saja sudah sangat memuakan bagiku,..Bapak itu terus berusaha memasukan Penisnya dalam mulutku, aku berusaha menghindar sebisaku, Kesana-kemari aku gelekan Kepala-ku sampai habis kesabarannya…  Tiba-tiba dia meraih satu putingku, dan menariknya keras,..”aku pun tak sanggup lagi untuk tidak memnuka mulutku teriak-teriak, disaat aku berteriak, Bapak itu segera menyelipkan Penisnya dalam Mulutku,..  “Mmmmph…” Aku tak dapat lagi menghindar dari buah zakarnya itu,…Penis itu masuk terlalu dalam sampai menyentuh kerongkongan-ku, dan membuatku terbatuk, namun bapak itu tak perduli dan tak ada niat melepaskan buah zakarnya dari mulutku, Malah bapak itu mulai memompa buah zakarnya dimulutku,..  Butuh beberapa menit sampai aku dapat menerima Penis itu di mulutku, belum lagi Sapuan di Vaginaku kini ditambah lagi dengan kelakuan si Gendut yang mulai memasukan jarinya yang gempal itu dalam Vagina-ku, perlahan-lahan Jari Telunjuknya mulai masuk dalam Vagina-ku, Aku tak tahu apa lagi yang akan aku alami selanjutnya, Sementara si Kurus yang makin ganas mengerjai buah Dadaku yang membuatnya makin memeras,.. Gigitan-gigitan halus ditambah hisapan pada putingku membuatku makin bernafsu, demikian Pula bapak itu yang makin cepat memacu buah zakarnya,..  Sensai yang harus kualami denganan ini membuat aku harus kembali menyerah oleh birahiku, aku makin tenggelam dalam permainan mereka, sedikit demi sedikit aku mulai melihat ini, Aku mulai menghisap buah zakar Bapak itu, aku ingin mengakhiri semuanya secepatnya..  Sapuan Lidah kasar Gendut ditambah Jemarinya yang makin cepat mengocok vagina-ku yang mulai basah menimbulkan bunyi yang keras, Basahnya Vagia-ku membuatk nya makin dapat makin cepat mengocok-ku, aku tahu aku tak kan sanggup lagi mencegah Organsme-ku,  Tubuhku mengejang hebat, seluruh ototku mengeras, keadaan ini disadari oleh si Gendut yang membuatnya makin cepat mengocok-ku Lidahnya pun ikut menghisap Clitorisku kuat-kuat,..  Aku tak sanggup lagi bertahan lebih lama, Pantatku pun sedit demi sedikit terangkat, Hingga akhirnya Cairan cintaku kembali menyembur keluar,…  “Aaaahh” Tanpa sadar aku menarik rambut Gendut yang malah tambah asik menghisapi cairan Cintaku yang mengalir deras, untuk beberapa saat tubuhku mengejang di Udara,..Si Gendut masih Asik menghisapi Vaginaku, di tambah lagi Kurus yang menikmat tubuhku yang mengejang sambil memainkan Payudaraku kasar..  Tak lupa Bapak tua itu yang masih asik memompa buah zakarnya dalam Mulutku,..Beberapa Detik kemudian aku menjatuhkan tubuhku yang lelah ke ranjang tak beralas itu..  Penis Bapak itu sempat terlepas dari mulutku, namun bapak itu tampak tak mau kehilangan Moment, dengan segera dia kembali mengarahkan Penis-nya ke mulutku dan kembali memompanya…Aku sudah pasrah dengan semua ini dan tak memiliki tenaga lagi untuk melawan..  Beberapa menit kemudian Penis itu mengeras aku berusaha mengeluarkan buah zakar itu dari mulutku namun Tangan Kekar Bapak itu menahan kepala-ku,..  “Uuughhhh,..” Seru Bapak itu sambil memuntahkan amunisinya dalam Mulutku, Sperma itu sedikit tertelan olehku, sedangkan sisanya dapat kutahan dan sebagian mengalir keluar disela bibirku,..  Bapak itu mencabut buah zakarnya, dengan Kasar dia mengangkat Wajahku “Makan Peju gua, kalo ga Mati LU!!!” Bentaknya Aku terkejut mendengar perintahnya,..Sperma itu terasa sangat berat untuk aku minum, Kental dan menjijikan sekali, Sedikit demi sedikit aku mencoba meminumnya sambil disoraki oleh 2 anak buahnya, aku berusaha menelannya, butuh perjuangan perasaan untuk bias menghirupnya habis, belum lagi perutku yang mulai mual menelan sperma itu,..  Akhirnya aku dapat menghisap seluruh sperma itu, sambil berusaha menahan mual yang makin membuatku ingin muntah, Maku Up-ku yang sudah luntur Karena Wajahku yang berkeringat sangat banyak, begitu juga peluh disekujur tubuhku,..  “Udah ya Pak, Saya minta,..” Mohonku memelas,.. “Enak Aja lu, meki lu aja belom gua rasain Apalagi anak buah gua juga belum puas” Bentaknya,.. Ya ampun aku tertegun mendengarnya, mereka ternyata benar-benar berniat memperkosaku, Air mata yang sempat mongering tadi kembali mengalir deras,..  Namun bajingan-bajingan ini tak akan perduli, Gendut dan Kurus malah membuka pakaian dan celananya, Penis mereka mengacung keras, Ukuran buah zakar itu saja sudah mebuatku bergidik, namun Penis Kurus lebih mencengangkan buatku, Penis itu keras dan Panjang, Diameternya pun besar sekali, Aku bias mati bila desetubuhi buah zakar itu,..  Bapak Tua itu membalikan Tubuhku, aku sudah tak memiliki tenaga lagi untuk melawan mereka, Bapak ituberpindah kebelakang setelah memposisikan tubuhku dalam posisi Doggy Style,.. “Udah siapkan Non,..” Ujarnya sambil mengoreki vaginaku dengan Tangannya  “Jangan Pak” Aku masi berusaha mengindar, namun Tangan Bapak itu mengunci Pinggulku, Penisnya pun mulai memyentuh bibir Vaginaku,..  Sadar tak dapat menghindar lagi,aku pun menutup mata-ku, Perlahan buah zakar itu mulai masuk dalam Vaginaku,.. “Gila Sempit ma seret amat” Kata Bapak itu, ketika beberapa Cm, Penisnya mulai masuk, aku menahan perih yang melanda tubuhku, Sakit sekali, Penis itu sedikit demi sedikit masuk makin dalam yang membuat tubuhku mulai begerak tak karuan..  Sodokan demi sodokan buah zakar itu masuk makin dalam, hingga akhirnya dengan satu sodokan keras akhirnya buah zakar Bapak itu dapat masuk seluruhnya dalam vaginaku,..  “Ohhhh” desahku, berusaha menenangkan diri, beberapa saat kemudian Bapak itu mulai menompa Penisnya,.. “Mulai ya Non,” katanya terlambat,..  Pengalaman Bapak Tua ini tentu sangat banyak, Dia tampak mahir sekali memainkan Ritme yang membuatku tak sanggup berkata apa-apa,..Penis itu meluncur cepat keluar masuk, tiap tusukannya membuat tubuhku mengelinjang, harus kuakui betapa aku meikmati pemerkosaan ini,..  Belum tuntas satu buah zakar aku hadapi, Gendut mendekat, diangkatnya wajahku sebatas pinggangnya, wajahnya tampak menyeringai dibalik Penisnya yang mengacung keras,..”Sepongin ya Non, jangan Pilih kasih,..”  Aku hanya mengangguk disela-sela desahan-ku, Aku membuka mulutku lebar seukuran buah zakar gendut,.. Gendut pun segera memasukan buah zakarnya dalam mulutku, Aku sudah tak memperdulikan harga diriku dan rasa jijik yang menghingapiku, Aku mulai meghisap buah zakar itu kuat-kuat, Bapak itu pun makin beringas memperkosaku,..  “Gila Jago banget nyepongnya Non…” Kata si gendut,.. Si Bapak yang mendengarnya segera Bereaksi.. “Sial giliran gua aja mau nyepong tadi!! Dasar Perek!!!” Bentaknya.. Bapak itu tampak kesal dan memacu Penisnya makin kencang, tubuhnya beradu dengan pantatku yang membuat-ku makin kewalahan,..  Aku mulai tak sanggup berkonsentrasi mengoral buah zakar Gendut ,.. Aku tak dapat lagi berkonsentrasi menyepongnya ,..Gendut yang tampak kesal mengangakat kepalaku dengan kedua tangannya dan mulai menmompa buah zakar itu dalam mulutku..  “Oooooh…” Tanpa sadar aku berorgansme, Cairan cinta ku mengalir disela Vagina dan buah zakar Bapak itu, Vagina-ku yang makin basah memperlancar Penis itu makin cepat keluar masuk dalam Vaginaku,…  Oh Tuhan Pemerkosaan di 2 ujung tubuhku saja sudah membuatku melayang tak karuan, Kurus yang dari tadi diam menyaksikan teman-temannya mengerjaiku, kini tampil kembali, di dekatinya tubuhku,..Dia mengangkat tangan kiriku, dan menaruhnya ke buah zakarnya,..Ya Tuhan Besar sekali bahkan Lingkar Penisnya lebih besar dari tangan-ku..  Tanganku pun mulai mengocok Penis itu, Tangan si Kurus pun Tak luput mengerjai putingku kembali,…Makin lama aku makin menerima keadaan ini, aku tak lagi dapat membohongi diriku yang terbuai oleh permainan mereka,..  Saat aku berorgansme kembali, Penis Bapak itu pun mulai mengeras, aku pun panic menghadapi situasi ini,.. “:Keluarin pak, keluarin,…” Kataku panic,.. Bapak itu masih berbaik hati mencabut mencabut buah zakarnya dalam vagina-ku dan memuntahkan spermanya ke punggungku,..  Sebagian Sperma Bapak itu menetes ke ranjang itu, dan bersatu dengan Cairan Organsme ku yang sudah menetes dari tadi,..  “Gila Non, Keren banget..Memeknya sempit banget..” Kata Bapak itu,.. Vaginaku perih sekali rasanya menghadapi Penis itu…Kini sedikit terasa lega setelah Bapak itu mencabut buah zakarnya dalam vaginaku…  Namun tampaknya Aku terlalu cepat senang,..Si Kurus melepaskan buah zakarnya dari tanganku, dengan segera dia berpindah kebelakang dan mengacungkan Penis-nya ke Vagina-ku, Ya Tuhan Aku tak dapat membayangkan Bila buah zakar itu benar-benar mengoyak-ku,..  Sedikit demi sedikit buah zakar itu masujk dalam Vaginaku, Ya Tuhan itu beberapa CM punsudah membuatku kelabakan,..Aku pun sedikit memperlebar pinggulku untuk mempermudah buah zakar itu masuk, tapi itu tak berarti banyak,…  Penis itu masuk makin dalam, Aku tak sanggup menerima buah zakar itu,..Penis itu seolah membelah Tubuhku jadi dua, Kurus yang tampak kesulitan memasukan buah zakarnya makin beringas memasukannya, Tusukan halusnya berganti dengan Sodokan keras berulang-ulang yang membuat ku menjerit keras berulang-ulang, Ya Tuhan Aku tak mengerti dosa apa yang kuperbuat sampai harus menerima keadaan ini..  Penis itu makin lama masuk semakin dalam , aku sudah tak bias lagi mengoral buah zakar Gendut, gendut pun mengerti keadaan-ku dan megekluarkan buah zakarnya dari milutku, kini desahanku makin keras memenuhi Bilik reot itu,..  Dengan Satu tusukan keras akhirnya, Penis Kurus dapat tertampung penuh dalam Vagina-ku, Ya tuhan Vaginaku tampak sangat merah, perih sekali rasanya,..Setelah mendiamkan sejenak,..Kurus berkata.. “Gila, kaya belom pernah berahi aja Non, sempit banget..” Sial pikirku, Penisnya aja yang kegedean pake nyalahin Orang lagi…  Setelah melihat jepitan otot-otot vagina-ku, Kurus mulai mengenjot Penisnya keluar masuk, Vaginaku mulai dapat menerima Benda asing itu, Desahan kami memenuhi ruangan bersahutan dengan tawa Bapak Tua dan si Gendut yang melihat pemandangan itu,..  “Entotin terus tuch cewe Jang!!” Kata si Bapak.. “Beres Bos” Jawab Si Kurus sambil mengenjotku makin keras dan cepat.. Si gendut pun beranjak dari duduknya dan mendekat kewajahku, sambil bermasturbasi melihat wajahku yang teriak-teriak,..  Organsme-ku disusul dengan Organsme yang lain, Payudarku pun terpental kesana kemari karena Sodokan Kurus yang keras, sementar Gendut makin cepat mengocok buah zakarnya didepanku, Aku pun berorgansme super tubuhku mengelinjang hebat.. Saat itu tiba-tiba buah zakar Gendut meledak dan menumpahkan Spermanya Ke Wajahku,.. Sambil tertawa dia memoles spermanya ke seluruh wajahku, Spermanya bau sekali, Setelah memoles wajahku,.. Dia berkata.. “Tuch tambah cakep kan Non” Yang disambut tawa teman-temannya.. Kurus pun makin bernafsu menyetubuhiku, di angkatnya Tubuhku yang kelelahan ini dan memposisikan dalam posisi Woman On Top,..  Ya Tuhan Tubuhnya yang kerempeng itu tampak kontras dengan keperkasaan buah zakarnya yang besar itu,..Tanpa sadar aku mulai memompa buah zakar itu, tak terlalu dalam memang karena perih sekali, kelakuanku itu membuat Kurus Gusar dan mulai mengerakan Pinggulnya kembali dan menyodokku dalam, aku pun kembali berteriak keras, dalam posisi ini aku bertahan cukup lama, Aku sempat 2 kali berOrgansme yang membuat pinggul Kurus basah oleh Cairan Cintaku,..  Disela-sela Lobang Dinding Bilik itu aku melihat sesosok tubuh berseragam, Polisi tampaknya, dia memutari mobilku dan tampak mencari orang yang memilikinya,..Aku berharap dia menemukan dan menyelamatkan-ku, ingin rasanya aku berteriak namun takut, Aku pun kembali tersadar dari harapanku, ketika sodokan Kurus kembali memasuki tubuhku dalam,..  Harapan-ku pupus sudah, ketika sosok polisi itu menghilang dari Pandanganku, Kurus menjatuhkan Tubuhku kembali dan memompaku cepat dalam posisi Missionary, kini dia makin leluasa mengeranyangi Tubuhku, namun sedikit jijik untuk menciumku, karena sperma Gendut, Putting toket ku tak luput dari gigitannya namun dia tak sedikitpun menurunkan kecepatannya memperkosaku,…  Penis Kurus mengeras sesaat, seketika dia mencabut buah zakarnya dan menembakkannya ke tubuhku,..”Wohhh, Puas Gua…” Ujarnya, tanpa memperdulikan diriku yang sudah kelelahan..  “Nah Sekarang Giliran Gua…!!” Ujar Si Gendut,.. Mati Gue pikirku, Vaginaku Sakit sekali setelah perkosaan ini, rasanya seperti masih ada batang yang tertinggal didalamnya,…  Si Gendut maju ke hadapannku, buah zakarnya sudah mengacung kembali, namun sesaat sebelum dia mengangkat pahaku,…Pintu Bilik itu didobrak… Ya Tuhan Sosok Polisi itu kini menerobos masuk,…  “Ada apa ini” bentaknya..Ya Tuhan akhirnya Polisi itu menyelamatkan-ku , Kopral Kurniawan, dapat kubaca nama Penyelamat ku dari Badge-nya… Sesaat setelah melotot melihat tubuh bugilku,..Namun Kata-kata selanjutnya membuatku makin tenggelam dalam keputus asaan..  “Gila Lu ada mangsa gini, ga kasih tahu gua” “Sory Mas, Lupa bis lagi Asoy nich, Kata Si Bapak itu, Mereka Komplotan..  “Ya Udah gapapa, gua mau ah!!!” Ucapnya sambil membuka pakaiannya, setelah menutup pintu Bilik itu,.. Polisi itu mendekat dan memolorotkan Celanaya, Ya Tuhan Apa Penis Pribumi normalnya seukuran ini?? Penis Hitam itu sebesar milik Kurus,, Pas sekali dengan Tubuh Polisi itu yang Kekar..  “Gua Dulu Ya..” Pinta Polisi itu pada Si gendut..Si Gendut pun hanya dapat mengalah, Dia pun menyingkir, ketika Polisi itu menaiki-ku,.. DiJilatnya seluruh Wajah-ku, dia tak meyadari sperma Gendut yang menutupi seluruh wajahku,..  “Cakep amat Non, Mulus lagi” Ujarnya seraya mengelus tubuhku dan menjilati puting-ku,.. Tangannya pun turun ke Vaginaku,.. “Hehehe, dah Becek”, katanya berkomentar sambil memijit Clitorisku,.. “Ampun Pak Saya dah cape banget ” Rintihku, disela-sela desahanku, karena pijitan Jemarinya.. “Mank Gua Pikirin” kata Polisi itu Santai,.Sambil kembali mengerjaiku,..  Tak Alama Polisi itu sudah tak sabar untuk menyetubuhiku, kembali dia menaikan tubuhku kembali ke Posisi Doggy Style, Penis Besar itu mulai mencoba masuk dalam Vagina-ku, Perlahan tapi tentu, sedikit demi sedikit Penis itu masuk diikuti desahanku yang tak karuan, Tak piker super Setelah berusaha keras memasukan buah zakarnya dalam Lubang-ku, dia langsung mengenjotku,..  “Gila dah pada lu mainin berapa Ronde??? Sempit banget edan..” Komentarnya.. Tubuhku kembali terpental kesana kemari, aku sudah tak tahu berarapa Organsme yang telah menyerangku sejak tadi,…Gendut mulai tak tahan melihat wajahkuku yang sudah Kelelahan, mungkin melihat wajahku yang tak berdaya membuat nafsunya yang sudah tertahan sejak tadi makin membara, Didekatinya diriku,..  “Bos, bareng ya??” katanya, Mati aku bila dia mau menyodomiku… “Lu mau Bool-nya??” Tanya Polisi itu?? Ya Tuhan mereka benar-benar Gila, Bahkan mereka tak memperdulikan diriku lagi,.. Anggukan Si Gendut membuat diriku makin Putus asa..  Polisi itu segera mengganti posisi ke Woman On Top, Tak Lama Gendut mendorong Tubuhku ke pelukan Polisi itu,..Polisi itu segera mencumbuku dengan ganas,, tangannya pun seolah tak berhenti mengerjai dadaku,..Sementara itu Gendut mulai menyerang Anus-ku, diludahinya anusku, Tangannya pun terkadang menyodok-nyodok,..Tak lama Jemari gempalnya berganti dengan benda yang lebih besar dan keras aku tahu, itu tentu buah zakarnya…  Aku pasrah menerima semuanya, Aku hanya dapat menutup mataku, sambil berdoa,… Penis itu mulai mencoba menembus Anus-ku perlahan, Perih sekali, tanpa sadar air mataku kembali mengalir ketika buah zakar itu mulai masuk ke dalam, Butuh beberapa lama untuk membuat buah zakar itu dapat masuk setengahnya,..Rasa perih itu tak tertahankan, Rasanya Anusku mulai berdarah…Polisi itu pun tak membuang waktu untuk kembali memompaku,…Dengan ganas dan penuh nafsu..  Penis Gendut pun akhirnya dapat masuk seutuhnya dalam Anusku, Benda itu terasa sangat aneh dalam anusku, Aku tak percaya rasa perih yang menderaku ini masih membuatku dapat bertahan,..Gendut pun mulai memacuku dengan Irama yang kacau, begitu juga Polisi tadi,..  Jeritan dan tangisku memenuhi Bilik itu, Bapak Tua dan si Kurus kembali maju dengan Penisnya yang sudah mengacung, Aku tak perduli lagi, nafsu setan sudah merasuk dalam tubuh-ku, ketika mereka mengacungkan buah zakarnya kehadapanku, tak perlu waktu lama dariku untuk mulai menghisapnya…  Ya Tuhan aku tak percaya dengan kelakuanku sendiri, Meski menagis aku tak dapat membendung hasrat untuk mengoral Peis itu,..Organsme demi Organsme membuatku makin melayang tak karuan ,,..  Tak Lama si Gendut meledak lebih dulu dalam Anusku, Dia Mencabutnya dan mengacungkan Penisnya yang masih gagah itu kemulutku, dan menyuruhku untuk membersihakannya, aku pun sudah tak perduli dan langsung melahap buah zakar itu,..  Karena Gendut yang sudah tak menSanWich-ku lagi, membuat Polisi itu makin leluasa mengerjaiku,..Aku kembali berorgansme menghadapi Polisi ini,..10 menit kemudian giliran Polisi itu menghadapi Ledakan-nya..Penis Itu mengeras, beruntung aku menyadarinya, dan berusaha melepaskan diri,..  “PaK Lepasin Pak, Kata Polisi Itu,” Mohonku sambil meronta, Namun Polisi itu memelukku kencang Dan terus memompaku, sampai akhirnya dia meledak dalam rahimku,…  “Ohhhhhh,..” Sesaat setelah buah zakar itu meledak aku pun kembali berorgansme,.. Aku benar-benar ketakutan, bagaimana bila aku sampai Hamil???  Namun lamunanku hanya bertahan Sesaat, Bapak Itu, kembali menaiki, Ya Tuhan…Aku tak tahu berapa lama lagi Penderitaan ini harus ku alami…  Setelah itu, aku tak dapat mengingat apapun lagi, aku tak sadarkan diri sesaat, ketika Mereka masih mengerjaiku,…Aku terbangun Ketika Waktu sudah menunjukan jam 4.22, tubuhku terasa sangat ngilu, disampingku, tubuh-tubuh bugil itu tergeletak, Make Up-ku berganti dengan Sperma mereka, Aku berusaha mencari Air untuk membilas wajahku, namun yang ada sangat kotor sekali air itu,..  Aku pun mengurungkan Niat-ku dan bergegas memakai kembali pakaian-ku, namun aku tak dapat menemukan Bra dan CD-ku dimanapun, untung bukan kunci mobilku.. Aku tak perduli, sebelum mereka sadar aku harus bergegas pulang, aku mengenakan Pakaian ku dan pergi meninggalkan Bilik Terkutuk itu,..  Sesampainya dirumah, kubersihkan seluruh tubuhku, Kucuci Vagina-ku sebersih-bersihnya, terus terang Aku takut hamil, aku pun kembali menangis sejadi-jadinya di Kamar mandi, Tubuhku sangat penat rasanya,…

Foto

Foto

Foto

✪ Kamu dapat ambil gambar bugil gambar-foto yang bikin birahi naik yang menggairahkan, atau intip film berahi gambar-foto yang bikin birahi naik MP4 terbaru di GANDIK.COM
✪ Buruan intip Kumpulan gambar menggairahkan Kamu dapat film berahi Terbaru atau badan semok Tante Sering nyepong konthol. FOTO Bugil Gadis nyepong dan cerita berahi janda Memek Sempit gambar-foto yang bikin birahi naik cerita berahi meki kerudung tentu Sering ML ABG Binal pamer toket. tempik Payudara Mama Sexy Masturbasi Puas berahi telanjang Gadis Dengan toket besar. Kamar Wanita enak memiliki perih Bersetubuh toket lumayan bagus nyepong toket kecil Kak Karyawati orang mupeng konthol. Ngocok ABG merangsang montok tegang sekaligus ML Mupeng Alim Buka Paha Vagina memuaskan Latihan sungguh bulu seks Halus Yang setelah besar terdapat pula Model janda Panas atau foto-foto yang bikin birahi naik toket dan mekinya asyik.

☞ Perhatian dimaklumkan untuk janda berahi, ABG menggairahkan dengan lelaki konthol besar, video berahi gambar-foto yang bikin birahi naik tentu hanyalah untuk kesenangan belaka. administrator minta ampun bila kata film atau gambar kamu yang berhubungan muncul, administrator tidak ada niat melecehkan.

☞ marilah melihat gambar bugil atau film berahi foto-foto yang bikin birahi naik di GANDIK.COM, website berahi kesayangan kamu. jangan lupa untuk melihat judul selanjutnya yang asyik disaksikan seperti gambar janda toket besar bugil, film ABG kerudung cantik nyepong konthol besar, gambar meki Tante bugil setelah ambil film berahi ABG Sering berahi menggairahkan terbaru dapat pula postingan wanita kerudung dientot keenakan dan foto bugil gambar-foto yang bikin birahi naik di website cerita berahi GANDIK.COM tentu menggairahkan.